BPost Cetak

Menikmati Balik Kuhai di Pasar Hanyar Barabai, Suhrah Sering Didatangi Pembeli dari Luar Daerah

Di warungnya yang sederhana, Suhrah (70) menata kue-kue tradisional seperti Balik Kuhai yang baru saja diangkatnya dari pemanggang.

Menikmati Balik Kuhai di Pasar Hanyar Barabai, Suhrah Sering Didatangi Pembeli dari Luar Daerah
BPost Cetak
BPost Edisi Jumat (19/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di warungnya yang sederhana, Suhrah (70) menata kue-kue tradisional seperti Balik Kuhai yang baru saja diangkatnya dari pemanggang. Asap tampak mengepul dari kue segi empat tersebut.

Tak lama kemudian, Suhrah kembali memasukkan adonan Balik Kuhai ke pemanggang yang tak jauh darinya.

Itulah sebagian aktivitas warga Kampung Sasak Kelurahan Barabai Utara Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tersebut, Minggu (14/7) sekitar pukul 14.00 Wita, saat pembeli sudah tak lagi seramai pagi.

Perempuan yang me­ngenakan penutup rambut tersebut sedang menunggu waktu pulang sembari menghabiskan adonan Balik Kuhai yang dibuatnya pada malam. Suhrah biasa mulai berjualan pukul 08.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita.

Wanita paruh baya itu merupakan satu-satunya pembuat sekaligus penjual Balik Kuhai di Pasar Hanyar Barabai. Tak heran, orang-orang yang mencari Balik Kuhai tak hanya berasal dari Barabai dan sekitarnya, tetapi juga dari kabupaten tetangga.

Baca: Rahasia Sajian Maia Estianty Jalani Diet Keto Diungkap Fans Istri Irwan Mussry, Saksi Dul Jaelani

Baca: Si Palui: Danling Atawa Lingdan

Baca: Arun Lolos 16 Besar Biliar Internasional, Begini Reaksi Ketua POBSI Kalsel

Baca: Dukung Pengembangan Peternakan Sapi, Gubernur Sugianto Siapkan 60 Ribu Ha Lahan di Kalteng

Minggu itu, Suhrah me­ngaku sempat melayani pembeli dari Paringin Kabupaten Balangan. Orang-orang dari luar HST biasanya membeli Balik Kuhai untuk dijadikan oleh-oleh.

Untuk membuat Balik Kuhai, menurut Suhrah, tidak bisa sembarang terutama alat pemanggangnya. Alat pemanggangnya tidak membuat kue lengket. Suhrah membelinya dari Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Saya memesan beberapa alat pemanggangnya langsung ke pandai besi di Nagara,” ujar Suhrah.

Untuk urusan adonan Balik Kuhai, Suhrah biasa mengolahnya sekitar pukul 21.00 Wita. Balik Kuhai terbuat dari tepung beras, gula merah, santan, rempah adas dan parutan kelapa yang disangrai.

Untuk mengolah adonan Balik Kuhai, ia belum bisa mempercayakannya pada orang lain lantaran hasilnya bisa berbeda.

“Kalau bukan saya yang mengadonnya, bisa hancur kalau dipanggang,” ucap Suhrah.

Baca: Eks Tambang di Tanbu Masih Banyak Sisakan Lubang, Rahmat : Mayoritas Pemegang IUP Sudah Kedaluwarsa

Baca: Di Dunia Mengapa Manusia Bertuhan Allah?

Baca: Amarah Sonny Septian Sindir Tawa Pablo Benua dan Barbie Kumalasari Setelah Galih Ditahan Hina Fairuz

Di warungnya, Suhrah bekerja sendirian. Meski demikian, wanita itu mengaku menikmati pekerjaannya. Terlebih, tepat di seberang warung Balik Kuhai Suhrah, anak perempuannya yang bernama Yani membuka warung makan.

Karenanya, Suhrah tak khawatir jika sewaktu-waktu memerlukan bantuan bisa langsung meminta sang putri.

Selama tubuhnya masih sehat, dia menyatakan akan terus menjual kue yang adonannya mirip dengan kue Apam itu.

Beberapa waktu sebelumnya, ia sempat pindah lantaran lokasi tempatnya berjualan direnovasi. Namun Suhrah merasa tak kerasan karena di tempat tersebut lebih panas dan orang-orang juga sedikit kesulitan mencarinya. (noor masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved