Tajuk

Saatnya Optimalkan Hidran

Keberadaan hidran salah satu yang cukup penting dalam mengatasi kebakaran, namun hidran saat ini belum terlalu optimal

Editor: Irfani Rahman
banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman
HIDRAN-Keberadaan hidran di sejumlah titik strategis wilayah Banjarmasin memunculkan beragam pandangan dari masyarakat dan petugas pemadam kebakaran. Minggu (14/8/2025) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - MUSIBAH kebakaran kembali melanda kawasan padat penduduk di Kota Banjarmasin, Kamis (11/9) dini hari. Api menghanguskan tujuh rumah dan dua ruko di Jalan Pangeran Antasari Gang Hikmah dan Gang Buntu RT 05 RW 01, Kelurahan Pekapuran B Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Beruntung berkat aksi sigap tim pemadam gabungan, api berhasil dipadamkan.

Insiden tersebut hanyalah satu dari sekian banyak kasus kebakaran di Banjarmasin. Bisa dibilang, hampir setiap hari si jago merah mengamuk di kota ini. Penyebabnya beragam, seperti korsleting listrik atau kompor menyala yang lupa dimatikan.

Meskipun jumlah relawan pemadam kebakaran di Banjarmasin sangat banyak, namun terkadang ada saja hambatan yang dijumpai di lapangan. Salah satunya terkait sumber air.
Meskipun banyak terdapat anak-anak sungai, kolam dan rawa, namun ada beberapa kawasan di Banjarmasin yang sulit untuk mendapatkan air. Sementara fasilitas hidran yang ada di kota ini ternyata belum memadai.

Di Banjarmasin, saat ini hidran baru tersebar di 52 titik saja. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Banjarmasin, Hendro, seluruh hidran memang berfungsi, namun ia tak menampik tetap ada kendala.

Di antaranya tekanan airnya yang sering kali kurang, sehingga harus disedot dulu pakai mesin. Hal itu  karena hidran yang ada, masih ikut jaringan pipa PDAM yang juga dipakai masyarakat, karena biaya lebih murah. Sementara jika membikin instalasi khusus, biayanya bisa miliaran rupiah.

Kendala lain, lantaran perlengkapan pemadaman milik kebanyakan relawan pemadam kebakaran tidak sesuai dengan model hidran yang ada. Hal ini diakui Sekretaris Relawan Damkar Banjarmasin Barat (Redbar), Muhammad Ridho.

Dia menyebut hampir tak ada relawan yang mengandalkan hidran dalam aksi pemadaman karena kepala selang dari hidran ke mesin pompa berbeda dengan yang dimiliki relawan.
Selang yang biasa mereka pakai lebih mudah dan cepat untuk mengisap air dari sumber air terbuka.

Namun, mengingat kebakaran bisa juga terjadi di kawasan yang jauh dari sumber air terbuka, sudah saatnya pihak berwenang, khususnya Pemko Banjarmasin tetap memikirkan optimalisasi penggunaan hidran.

Membantu agar perangkat pemadam kebakaran milik BPK di Banjarmasin sesuai standar  perlu dipertimbangkan. Hal ini juga agar hidran yang sudah disediakan tidak mubazir, karena bisa digunakan. Selain itu, tentu saja menambah hidran di kawasan permukiman padat penduduk yang sulit akses air.

Namun yang terpenting memang mencegah kebakaran terjadi. Masyarakat harus lebih peduli dan waspada, jangan sampai terjadi kebakaran. Kita berharap kedepannya kebakaran bisa diminimalkan di kota Banjarmasin. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved