Berita Tanahlaut

Sering Dihantam Abrasi, Juru Kunci Pulau Datu Khawatirkan Longsor di Tepi Makam Datu Pamulutan

Pulau Datu merupakan satu pulau yang menjadi wisata religious di Desa Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut Kalsel.

Sering Dihantam Abrasi, Juru Kunci Pulau Datu Khawatirkan Longsor di Tepi Makam Datu Pamulutan
Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Makam Datu Pamulutan di Pulau Datu, Desa Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, Tanahlaut, Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI -  Pulau Datu merupakan satu pulau yang menjadi wisata religious di Desa Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut Kalsel.

Di Pulau yang terpisahkan oleh pesisir Pantai Tanjungdewa-Batakan ini terdapat satu makam, yakni Makam Datu Pamulutan yang menjadi tujuan pelancong wisata religi ke tempat tersebut.

Tak hanya itu, lokasinya pun menyajikan pemandangan pantai yang nampak bersih, ditambah sisi-sisinya yang dominan bebatuan.

Ke tempat itu, pengunjung harus menggunakan jasa kelotok, baik dari pelabuhan Labuan , Tanjungdewa, atau di objek wisata Pantai Batakan. Tentunya pada kedua lokasi ini, harga sewa kelotok pun berbeda.

Jarak tempuh ke Pulau Datu melalui Pelabuhan Labuan Tanjungdewa kurang lebih 10 menit. Harga yang ditawarkan dari Rp 100.000 hingga Rp 150.000 tergantung jumlah pelancong wisata yang ingin menyeberang.

Baca: Si Ambar, Bayi Bekantan yang Lahir 1 Agustus 2019 di Stasiun Riset Pulau Curiak Kalsel

Baca: NEWSVIDEO : Deklarasi Menolak Pungli di Pantai Batakan

Baca: Klasemen Liga 1 2019 Pekan 12 Seusai Hasil Persija Jakarta vs Arema FC, Skor Akhir 2-2

Baca: 21 Jemaah Calhaj Tapin Gelombang 2 Dilepas, Jemaah Diminta Memperbanyak Minum Air Zamzam

Belakangan ini pengunjung Pulau Datu menjadi lebih banyak. Sebagaimana yang disampaikan oleh juru kunci makan, Musa, ketika weekend selalu ada pengunjung yang datang. Begitu juga pada hari biasa.

Mereka yang berziarah, sebut Musa rata-rata dari luar daerah. Ada yang dari Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tanjung dan wilayah sekitarnya. Bahkan ada pula dari provinsi dan pulau tetangga.

Karena bertambah ramai, Musa pun berharap adanya bantuan fasilitas baru dari pemerintah daerah. Namun ia juga bersyukur pernah mendapatkan bantuan dermaga dan toilet untuk kenyamanan pengunjung.

Akan tetapi ujar Musa, normalnya kebutuhan dermaga di Pulau Datu ada tiga penjuru. Karena arah angin kadang berganti, sehingga membuat pemilik kapal tak bisa menghentikan kelotok mereka pada dermaga yang ada. Sementara dermaga yang tersedia ujar Musa juga licin dan kerab menyebabkan pengunjung jatuh.

Tah hanya itu, juru kunci Pulau Datu ini juga menceritakan kondisi fisik dari tanah di pulau tersebut. Ujarnya, kondisi tanah di sekitar bangunan makam mulai mengkhawatirkan.

Kecamatan Panyipatan, Tanahlaut, Kalsel
Kecamatan Panyipatan, Tanahlaut, Kalsel (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Hal itu karena seringnya terjadi longsor di pinggiran pemakaman.

“Apalagi kalau musim hujan. Tanahnya longsor. Lama-kelamaan bisa mencapai bangunan makam,” ujar Musa.

Baca: Kemudikan Pajero Sport, Paman Birin Kobarkan Semangat Merah Putih Time Rally 2019

Baca: Begini Keseruan warga Persada Mas Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI, Lomba Makan Kerupuk Diikat Jempol

Baca: Priview Barito Putera vs Persib Bandung, Yunan Helmi : Menang Atau Terpuruk di Klasmen Akhir

Ia juga berharap pemerintah memberikan program penyiringan di lokasi tersebut, yakni disekeliling pemakaman. Sehingga kondisi tanah pun aman tak terdampak longsor.

Sementara itu, memang jelas Musa ada swadaya dan sumbangan dari warga. Uang itu juga dimanfaatkan untuk pemeliharaan bangunan dan perbaikan dari fasilitas di makam tersebut. Namun untuk dermaga baru dan penyiringan, Musa menyampaikan dana yang ada belum memadai.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved