Berita dunia

Penembakan Terburuk Kedelapan di AS, 20 Orang Tewas dalam Aksi Penembakan Massal di Texas

Kali ini seorang bersenjatakan senapan menewaskan 20 orang di Walmart di El Paso, Texas dan melukasi 2 lusin orang

Penembakan Terburuk Kedelapan di AS, 20 Orang Tewas dalam Aksi Penembakan Massal di Texas
Reuters/Jose Luis Gonzales
ILUSTRASI- Penembakan di pusat perbelanjaan El Paso, Texas AS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TEXAS - Aks brutal berupa penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat.

Kali ini seorang bersenjatakan senapan menewaskan 20 orang di Walmart di El Paso, Texas, dan melukai lebih dari dua lusin orang lainnya pada hari Sabtu waktu setempat.

Aksi ini hanya berselang enam hari usai seorang remaja bersenjata menewaskan tiga orang di sebuah festival makanan di California Utara.

Seperti dilaporkan Reuters, saat kejadian tersebut terjadi, toko tersebut sedang sibuk berbelanja. 

Baca: Cerita Roger Danuarta Setelah Lamaran dengan Cut Meyriska, Berikan Benda Ini ke Calon Istri

Baca: Ditilang Polisi Karena Tak Pakai Helm, Tukang Listrik Ini Dendam dan Cabut Listrik Kantor Polisi

Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas U-15 Indonesia vs Myanmar Piala AFF Hari Ini, Misi Wajib Menang

Baca: Dituntut Bernyanyi di Setiap Pertandingan, Rifai Selalu Pulang dengan Suara Habis

"Hari ini seharusnya menjadi hari yang normal bagi masyarakat untuk berbelanja dengan santai, namun berubah menjadi salah hari paling mematikan dalam sejarah Texas," kata Gubernur Texas Greg Abbott pada konferensi pers.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan tiga orang Meksiko ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut, sementara enam lainnya luka-luka.

Kejadian ini juga menjadi peristiwa penembakan massal terburuk kedelapan dalam sejarah modern Amerika Serikat, setelah penembakan pada tahun 1984 di San Ysidro yang menewaskan 21 orang.

Tersangka diidentifikasi sebagai lelaki kulit putih berusia 21 tahun dari Allen, Texas, sebuah kota di daerah Dallas yang berjarak sekitar 1.046 km di timur El Paso.

Namun sang tersangka berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti. Video yang beredar di media sosial menunjukkan dia diborgol oleh polisi dan ditempatkan di mobil patroli.

Kepala polisi El Paso Greg Allen mengatakan pihak berwenang memiliki manifesto dari tersangka yang menunjukkan ada potensi nexus dengan kejahatan rasial. Namun pihak berwenang menolak untuk menjelaskan dan mengatakan penyelidikan berlanjut.

Mengutip sumber dari pihak berwenang, stasiun televisi El Paso KTSM menunjukkan gambar tersangka penembakan.

Baca: Klasemen & Jadwal Liga 1 2019 Minggu (4/8), Borneo FC vs PSS, Barito Putera vs Persib Live Indosiar

Baca: Tawarkan Jasa Melukis Kuku Lewat Home Service, Perempuan ini Ikut Populerkan Seni Menghias Kuku

Baca: DPRD Kalsel Dukung Rencana Pemerintah Menaikkan Gaji Guru Honorer, Berharap Ada Perbaikan Kinerja

Gambar-gambar tersebut menunjukkan seorang pemuda kulit putih mengenakan kacamata, celana khaki dan T-shirt gelap, ia juga tampak  mengenakan headphone atau pelindung telinga.

Di sisi lain Presiden Donald Trump mencuit bahwa laporan dari El Paso sebagai hal yang sangat buruk dan banyak yang terbunuh.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Penembakan massal terjadi di Texas, dua puluh orang meninggal dunia

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved