Berita Tabalong
Warga Muara Uya Tabalong Berrharap Jalan Desa Diperbaiki, 3 Bulan Pasca Longsor Belum Ada Perbaikan
Warga Muara Uya Berharap Jalan Desa Diperbaiki, Sudah 3 Bulan Setelah Longsor Belum Ada Perbaikan
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Royan Naimi
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Pengguna jalan yang melintasi Desa Muara Uya Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, harus berhati hati karena ada jalan yang rusak akibat longsor.
Jalan tersebut mulai terkena erosi sejak memasuki musim kemarau sekitar tiga bulan lalu.
Wardi warga sekitar mengatakan, jalan tersebut sudah diberi tanda bahwa peringatan adanya longsor.
Longsor yang terjadi saat awal memasuki musim kemarau ini merusak jalan hamper separuh jalan.
Jalan yang rusak ini sangat membahayakan pengguna jalan terlebih jalan tersebut tergolong mulus sehingga banyak pengguna jalan yang melintasinya dengan kecepatan tinggi.
Baca: Kebakaran di Pasir Mas Banjarmasin Sudah Alami Penurunan, Kayu Hangus Bertebaran
Baca: BREAKING NEWS : Kebakaran Terjadi di Pasir Mas Banjarmasin, Dekat Depo Pengisian Semen
Baca: BREAKING NEWS : Polresta Banjarmasin Temukan Sabu 1,1 Kg dan Ineks 834 Butir, Satu Kurir Ditangkap
“Saat siang hari bisa berhati hati karena ada pemberitahuan bahwa adanya jalan rusak akibat longsor, namun saat malam hari penggunan jalan harus ekstra hati hati karena penerangan jalan yang kurang,” ujarnya, Selasa (13/8/2019).
Akibat jalan yang rusak karena longsor tersebut pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda empat juga harus bergantian.
Wardi khawatir saat memasuki musim penghujan nanti kondisi longsor akan semakin parah karena tepian sangai sudah terkena erosi.
“Jangan sampai nanti longsor tambah parah jika tidak segera diperbaiki, kondisi jalan sudah sangat dekat dengan aliran sungai Tabalong,” ujarnya.
Terpisah Plt Camat Muara Uya Abdul Wahid mengatakan jalan yang rusak akibat longsor memang sudah sekitar tiga bulan yang lalu.
Pihaknya telah melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan telah dilakukan peninjauan langsung.
“Sudah ditinjau oleh Dinas Pekerjaan Umum, dan kami berharap bisa segera diperbaiki,” ujarnya.
Banyaknya aliran dungai di Kecamatan Muara Uya yang merupakan aliran atau anak sungai dari Sungai Tabalong mengakibatkan longsor menjadi salah satu musibah yang dikhawatirkan.
Namun saat ini warga Kecamatan Muara Uya sudah sangat jarang ada yang mendirikan rumah di pinggiran sungai.
“Dari aparat desa selalu diperingatkan jika ada warganya yang ingin membangun rumah di pinggiran sungai untuk melarangnya,” ujarnya.
(banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)