Info Haji 2019

Jemaah Haji HST Sudah Kembali Menuju Mekkah, Tak Temukan Hujan Es di Arafah, Justru Alami Hipertensi

Seluruh jamaah haji mulai bergerak meninggalkan Mina setelah sebelumnya melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdhalifah dan bermalam di Mina.

Jemaah Haji HST Sudah Kembali Menuju Mekkah, Tak Temukan Hujan Es di Arafah, Justru Alami Hipertensi
instagram/kemenag_ri
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengunjungi Maktab 75 jemaah haji asal Embarkasi Solo yang telah sampai di tenda, di Arafah, untuk persiapan melaksanakan wukuf. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Seluruh jamaah haji mulai bergerak meninggalkan Mina setelah sebelumnya melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdhalifah dan bermalam di Mina untuk melontar jumrah.

Kini, jemaah haji asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang tergabung dalam kloter 4, 9 dan 19 embarkasi Banjarmasin pada Rabu (14/8/2019) sudah menuju Mekkah untuk melaksanakan tawaf dan sai.

Beruntung, jemaah haji HST tidak mengalami kebanjiran dan hujan es saat menuju Mekkah.

"Alhamdulillah, kami jemaah haji asal Hulu Sungai Tengah aman. Tidak melihat apa yang ramai menjadi pemberitaan," beber jemaah haji asal Hulu Sungai Tengah Muayyad.

Dibeberkannya, kebanyakan para jamaah haji termasuk jamaah Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengambil nafar tsani yang mana mereka dari 10 hingga 13 dzulhizah berada di Mina.

Baca: VIRAL Banjir di Mina Ibadah Haji Hingga Pemadaman Listrik, Begini Penjelasan Kementerian Agama RI

Ayad sapaan akrabnya membeberkan jika jemaah asal Hulu Sungai Tengah pada saat ini dalam keadaan baik.

Meski demikian, Petugas kesehatan HSS yang bertugas mendampingi jemaah haji, Hendra, mengakui jika beberapa jemaah ada yang mengalami flu, batuk, dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

"Tidak masalah karena tim setiap saat selalu mendampingi serta ketersediaan obat yang cukup bagi para jemaah," bebernya.

Menurut hendra flu dan batuk serta tekanan darah tinggi disebabkan cuaca panas dan juga disertai hujan yang begitu deras baik berada di Arafah maupun di Mina. Di samping itu juga karena faktor kelelahan mengingat hampir tiap hari para jamaah harus jalan kaki dari kemah menuju palontaran yang berjarak kurang lebih enam kilometer.

"Tim kesehatan selalu memonitor seluruh keadaam jamaah haji terlebih sewaktu mereka berada di Arafah maupun di Mina guna memberikan pelayanan terbaik," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved