Berita Kalteng

PENGAKUAN Keluarga yang Pertama Buktikan Khasiat Bajakah, Sembuhkan Setelah Divonis Kanker Stadium 4

Batang pohon tunggal atau dalam bahasa dayak disebut dengan bajakah kini menjadi pembahasan dan diburu oleh banyak orang.

PENGAKUAN Keluarga yang Pertama Buktikan Khasiat Bajakah, Sembuhkan Setelah Divonis Kanker Stadium 4
KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN
Daldin, Ayah dari Yazid, salah satu siswa yang memiliki ide awal Kayu Bajakah sebagai penyembuh kanker 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Batang pohon tunggal atau dalam bahasa dayak disebut dengan bajakah kini menjadi pembahasan dan diburu oleh banyak orang.

Nama bajakah dikenal banyak orang setelah siswa SMA N 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meraih Gold Award The Cancer Medicine from Nature dalam ajang World Invention Olympic (Wico) di Seoul, Korea Selatan.

Sebelum dikenal publik, kayu bajakah sudah terlebih dahulu dikenal secara turun-temurun di keluarga Yazid, yang merupakan salah satu siswa dalam tim SMAN 2 Palangkaraya.

Kayu bajakah itu sudah menyembuhkan nenek Yazid yang 40 tahun lalu sempat divonis dokter menderita kanker payudara stadium empat.

Baca: Tumbuhan Bajakah Sudah Bikin Heboh Hingga Mendunia, Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Baca: VIRAL Bajakah dari Hutan Kalteng, Inilah 5 Fakta Tanaman yang Diklaim Sukses Sembuhkan Kanker

Baca: Iqbaal Ramadhan Jadi Minke di Bumi Manusia, Hanung Semnpat Ragu Serahkan Peran Tokoh Utama

Namun, tidak mudah bagi Yazid untuk mengenalkan kayu bajakah ke publik, ia mendapat penolakan dari orangtuanya karena takut akan eksploitasi dan merusak hutan.

Yazid pun meyakinkan orangtunya untuk membantu banyak orang yang menderita kanker dengan kayu bajakah yang sudah digunakan keluarganya sejak turun menurun.

Akhirya orangtua Yazid, Daldin, pun memberikan ijin kepada anaknya untuk membukanya ke publik.

Berikut ini fakta keluarga yang buktikan khasiat kayu bajakah sembuhkan kanker:

1. Divonis kanker stadium empat

ilustrasi
ilustrasi (Shutterstock)

Daldin, ayah Yazid yang saat itu tinggal di Kuala Kurun, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, menceritakan kondisi nenek Yazid saat menderita kanker payudara sangat mengkhawatirkan, seakan tidak ada harapan bagi keluarga.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved