Berita Banjarmasin

Soal Anjloknya Peringkat PTN ULM di Kemenristekdikti Begini Kritikan dari Mahasiswa dan Alumni

Pada 2019, ULM menduduki peringkat 82. Ini anjlok 27 tingkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni peringkat 55. Sedang untuk PTS di Kalsel belum ada.

Soal Anjloknya Peringkat PTN ULM di Kemenristekdikti Begini Kritikan dari Mahasiswa dan Alumni
BANJARMASINPOST.co.id/hari tri widodo
Peserta Gober 46 meninggalkan lokasi start, kampus ULM Kayutangi, Minggu (6/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Evaluasi perlu dilakukan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Perguruan tinggi negeri (PTN) kebanggaan warga Kalimantan Selatan ini hanya menduduki urutan ke-82 dalam daftar peringkat 100 perguruan tinggi (PT) yang dikeluarkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Pada 2019, ULM menduduki peringkat 82. Ini anjlok 27 tingkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni peringkat 55. Sedang untuk PTS di Kalsel belum ada satu pun yang masuk daftar.

"Kita perlu move on dan sekali lagi beranjak pada diskursus era teknologi dan rev. industri 4.0 hari ini perguruan tinggi negeri (ptn) di bawah naungan kemenristekdikti berlomba-lomba untuk menghasilkan out put dan out come base masing-masing ptn," kata Alumni Fisip ULM Aldi fachrisaldi putera.

Pengamatannya hal ini menarik pada tahun ini karena kemenristekdikti lebih menaikkan bobotnya untuk memacu perguruan tinggi lebih kompetitif dengan harapan menghasilkan banyak inovasi dan menghasilkan tenaga kerja unggul setelah lulus dari ptn.

Baca: Peringkat PTN ULM Anjlok ke Posisi 82, ULM Bakal Datangkan Dosen Asing

"saya kira perubahan ini yang harus di respon cepat oleh ULM agar tidak tertinggal lebih jauh lagi. Apalagi sampai terlempar ke zona peringkat bawah dari 100 perguruan tinggi terbaik tahun ini," katanya.

Mewakili suara mahasiswa , Taufik Hidayat, ketua BEM ULM periode 2019/2020, yakin dan percaya jika ULM mampu meningkatkan beberapa point diatas, ULM akan mampu meningkatkan peringkat di tahun yang akan datang.

"klasterisasi yang dilaksanakan oleh ristekdikti ini dengan harapan agar nantinya mampu menjadi dasar selanjutnya bagi ristekdikti untuk melaksanakan pembinaan terhadap perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas perguruan tinggi di Indonesia," katanya.

Mahasiswa prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP ULM ini menegaskan perlu menyadari bahwa ULM telah memaksimalkan segala upaya dengan strategi dan taktis yang dimiliki sehingga patut di syukuri kembali berhasil masuk dalam 100 besar oleh ristekdikti.

Baca: ULM Jadi Tuan Rumah Raker Konsorsium PTN-KTI, Usung Misi Tingkatkan Daya Saing PTN-KTI

Dia mengakui memang secara peringkat turun ke 82 (2019) yang sebelumnya 55 (2018) hal ini karena memang ditinjau dari segi keberhasilan perguruan tinggi terhadap meningkatnya segala Indikator klasterisasi.

"Besar harapan saya kami (mahasiswa) ULM akan terus masuk dalam 100 besar klasterisasi ini dan bisa meningkatkan peringkat di tahun yang akan datang," katanya.

Dikatakannya, adapun cara yang perlu diperhatikan yaitu dengan meningkatkan beberapa indikator yang menjadi penilaian ristekdikti, Indikator yang dimaksud adalah meningkatkan dosen s3, dosen dengan jabatan lektor kepala atau guru besar, rasio mahasiswa terhadap dosen, jumlah mahasiswa asing, meningkatkan akreditasi program studi, memperbaiki laporan keuangan, meningkatkan kinerja penelitian, meningkatkan kinerja kemahasiswaan, jumlah lulusan yang mendapat pekerjaan dalam waktu 6 bulan, dan kinerja pengabdian masyarakat.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved