Sains

Kalimantan Ternyata Tidak Bebas dari Gempa, BMKG Ungkap 3 Sesar Ini di Kalimantan Timur

BMKG mengungkap adanua tiga sesar di Kalimantan Timur yang berpotensi terjadinya gempa.

Kalimantan Ternyata Tidak Bebas dari Gempa, BMKG Ungkap 3 Sesar Ini di Kalimantan Timur
Antara Foto/Wahyu Putro A
ILUSTRASI-Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro melihat peta Pulau Kalimantan 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  JAKARTA - Pulau Kalimantan telah diputuskan menjadi lokasi pemindahan Ibu Kota dari Jakarta.

Selain alasan pemerataan dan keadilan ekonomi, Kalimantan diklaim sebagai lokasi yang minim akan bencana, mulai dari bencana longsor, gempa bumi dan lainnya.

Namun menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Kalimantan tidak sepenuhnya terbebas dari gempa. Bahkan, pihaknya mengungkapkan adanya tiga sesar yang ada di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

"Secara geologi dan tektonik, di wilayah Provinsi Kaltim terdapat 3 struktur sesar sumber gempa, yakni Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternostes," ujar Daryono kepada Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Baca: Habiskan Rp 122 Juta untuk Operasi Hidung, Wanita Ini Justru Menanggung Malu, Ini yang Terjadi

Baca: Diselamatkan Nelayan, Ini Identitas 5 Korban Penumpang KM Santika Nusantara yang Baru Dievakuasi

Baca: Hasil Norwich City Vs Chelsea di Liga Inggris, Skor Akhir 2-3, Gol Pukki Gagal Menangkan Tuan Rumah

Baca: Bang Madit Hibur Pengunjung Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2019

Menurut pantauan BMKG, Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat yang terletak di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur tersebut masih menunjukkan tanda-tanda keaktifan.

Hal ini ditunjukkan dalam peta seismisitas, terlihat dua zona besar ini memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi dan membentuk klaster sebaran pusat gempa yang berarah barat sampai timur.

Catatan sejarah gempa

Sementara itu, Daryono menjelaskan mengenai keterkaitan Sesar Maratua dan Sesar Sangkulirang yang menimbulkan sejumlah gempa signifikan di Kaltim. Berikut rinciannya:

1. Gempa dan Tsunami Sangkulirang terjadi pada 14 Mei 1921.

Dampak gempa Sangkulirang dilaporkan menimbulkan kerusakan memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, yang berarti terdapat banyak bangunan yang mengalami kerusakan dengan tingkatan sedang hingga berat.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved