Berita Regional

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang Madura, Ternyata Sudah 3 Tahun Dipantau

Martuli sudah mengetahui sejak tiga tahun silam bila HS adalah terduga teroris yang tengah dalam pemantauan aparat keamanan.

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang Madura, Ternyata Sudah 3 Tahun Dipantau
istimewa
Rumah yang ditempati NH dan HS, terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror Polri di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Penangkapan HS,  terduga teroris di rumah kontrakannya di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019) sore tak mengejutkan Kepala Desa Bira Tengah Martuli.

Martuli sudah mengetahui sejak tiga tahun silam bila HS adalah terduga teroris yang tengah dalam pemantauan aparat keamanan.

Martuli mengungkapkan bahwa HS, terduga teroris yang diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri, Kamis (22/8/2019), sudah sejak tiga tahun lalu dipantau kepolisian dan TNI.

Menurut Martuli, pada 2016  ia didatangi pihak kepolisian dan intel Kodim 0828/Sampang bahwa di desanya terdapat warganya yang diduga terlibat jaringan terorisme.

Baca: Pengorbanan Reiko Barack Ibu Reino Barack untuk Dapatkan Syahrini Jadi Menantu Terkuak

Baca: Kalteng Putera Vs Bhayangkara FC Hari Ini di Stadion Tuah Pahoe, Gomes : Kami Ingin Meraih 3 Poin

Baca: Jadwal Siaran Langsung MotoGP Inggris 2019 di Trans7, Minggu (25/8/2019), Trend Positif Rossi

Baca: KM Santika Nusantara Terbakar, Karjono 11 Jam Terapung di Laut

"Saya kan dilantik jadi kepala desa tahun 2015 akhir. Nah, tahun 2016 ada informasi dari kepolisian dan dari intel kodim bahwa di sini ada (terduga teroris), namanya ini (HS), katanya," kata Martuli dihubungi, Jumat (23/8/2019) malam.

Martuli menyampaikan, saat itu polisi dan TNI menunjukkan foto HS. Namun, ia tidak menceritakan hal itu kepada NH.

Selama tiga tahun itu, ia dibantu pihak kepolisian dan TNI terus memantau HS di Desa Bira Tengah.

"Saya dikasih tahu fotonya. Saya juga kaget. Ya fotonya sudah lama, sudah tiga tahun fotonya dipegang saya. Kebetulan fotonya diberikan ke saya," ujar dia.

Saat itu, kata Martuli, polisi dan TNI memang tidak secara gamblang menyebut HS sebagai orang yang terlibat jaringan terorisme. Namun, keberadaan dan kesehariannya di Desa Bira Tengah diminta untuk terus dipantau.

"Sebagai kepala desa, saya pantau juga. Saya juga memerintahkan saudara, kerabat, tolong pantau. Saya juga pantau karena ada informasi itu (jaringan erorisme sebelumya)," ucap Martuli.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved