Berita Tabalong

Diresmikan Bupati, Pedagang Pasar Kelua Lebih Memilih Berjualan di Jalan karena Alasan Ini

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani belum lama ini meresmikan fresh market yang ada di Pasar Kelua Kecamatan Kelua.

Diresmikan Bupati, Pedagang Pasar Kelua Lebih Memilih Berjualan di Jalan karena Alasan Ini
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Pedagang Pasar Kelua lebih memilih berjualan di Jalan karena kondisi pembatas di Pasar Kelua menyulitkan berjualan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNGBupati Tabalong Anang Syakhfiani belum lama ini meresmikan fresh market yang ada di Pasar Kelua Kecamatan Kelua, Tabalong beberapa waktu lalu.

Bangunan yang dibangun satu lantai ini difungsikan untuk pedagang yang menjual bahan pokok dan di bagian pinggir dan bagian tengah digunakan oleh penjual ayam dan ikan.

Namun pembatas di bagian tengah pasar dirasa cukup menyulitkan pedagang karena posisinya yang kurang tepat. Pembatas berupa semen seringgi satu meter itu membuat pedagang kesulitan untuk meletakkan barang dagangan di lantai karena akan terhalang.

Ridwan salah satu pedagang ayam mengatakan dirinya dan pedagang lain terpaksa membuat meja sendiri untuk meletakkan ayam.

“Posisinya kurang pas, kalau di loskan aja dibuat meja semua justru lebih bagus . Tapi ini diberi pembatas tapi tidak ada mejanya,” ungkapnya.

Baca: Hebat Urang Banjar Jadi Satu Satunya di Asia Tampil di Series MotoGP eSport Championship 2019

Sekarang juga tak banyak pembeli yang mau masuk ke pasar tersebut, biasaya Riswan bisa menghabiskan 50 ekor ayam pada pukul 10.00, namun sekarang untuk menjual 30 ekor pun sulit hingga siang hari. Dirinya berharap dibuat lagi pintu agar pembeli lebih mudah untuk masuk.

Lapak terdiri dari dua baris, baris pertama untuk pedagang ayam dan yang lainnya untuk penjual ikan. Jika untuk pedagag ikan masih bisa diakali dengan membuat meja sendiri berbeda lagi dengan pedagang ikan yang justru memilih untuk berjualan di jalan.

Amat salah satu pedagang ikan mengatakan pedagang ikan tidak bisa membuat meja dan meletakkan ikan di atas meja karena air akan membasahi pembeli.

“Jika dibuatkan meja yang khusus untuk meletakkan ikan segar yang sekaligus dilengkapi dengan sumber air akan lebih mudah, sekarang terpaksa berjualan di jalan,” ujarnya.

Lapak yang seharusnya digunakan pedagang untuk berjualan digunakan untuk meletakkan barang barang, dengan menggunakan jalan sebagai tempat berjualan otomatis mengurangi luas jalan bagi para pembeli untuk berjalan.

Baca: Iwan Suryadi Terpilih Ketua Pangguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Kota Banjarmasin

Dari keterangan pedagang dulunya pasar tersebut sederhana terbuat dari kayu namun bentuk los pasar sehingga pembeli bisa masuk dari mana saja. Berbeda dengan bengunan yang ada sekarang yang hanya terdapat dua pintu masuk. Tak heran jika penjhual ikan justru berebut di bagian teras depan pintu untuk berjualan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong membangun fresh market di kawasan Pasar Kelua pada tahun 2018, pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2018 ini menggunakan anggaran Rp 5,5 miliar. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Fariduddin mengatakan dirinya telah mendapatkan laporan dari keluhan yang dirasakan oleh para pedagang.

Dan rencananaya pembatas atau sekat dibagian tengah pasar akan dibongkat dan disesuaikan dengan keinginan pedagang. “Karena baru diresmikan sehingga perlu ada adaptasi antara pedagang dan pembeli, dan keinginan pedagang juga akan kami tampung sehingga bisa diperbaiki sesuai dengan keinginan,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved