Berita Kesehatan

Keracunan Massal Bisa Terjadi, Ini 8 Penyebabnya dan Lakukan Pertolongan Pertama Ini

Karyawan PT SIS Dilarikan ke RSUD Badaruddin, Tabalong kalsel setelah keracunan makanan katering.

Keracunan Massal Bisa Terjadi, Ini 8 Penyebabnya dan Lakukan Pertolongan Pertama Ini
polres tabalong
Korban dugaan keracunan makanan karyawan PT SIS asal Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah dirawat di ruamh sakit di Tabalong, Jumat (30/8/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Keracunan makanan massal belangan ini sering terjadi. Seperti yang kemarin terjadi pada puluhan Karyawan PT SIS  di Kabupaten Tabalong.

Karyawan PT SIS Dilarikan ke RSUD Badaruddin, Tabalong kalsel setelah keracunan makanan katering.

Peristiwa keracunan makanan ini bisa saja terjadi pada siapapun terutama saat mengkonsumsi makanan yang diduga telah terkontaminasi oleh organisme menular seperti bakteri, virus atau parasit.

Kontaminasi dapat terjadi saat makanan sedang diproses atau dimasak dengan tidak benar.

Baca: Warga Kreator Gapura Bhinneka Tunggal Ika di Banjarmasin Akan Bertemu Joko Widodo Hari ini

Baca: Ketakutan Syahrini Diungkap pada Reino Barack Saat Naik Jet Pribadi, Beberkan Isu Kehamilan?

Baca: Pengelolaan Limbah Berbentuk Perusahaan Daerah Hanya Banjarmasin dan Kota ini

Baca: Ada 1.600 Perusahaan Swasta di Banjarmasin, Baru Sekitar 200 Perusahaan yang Berlangganan PD PAL

Kontaminasi yang umumnya terjadi pada kasus keracunan makanan disebabkan oleh:

1.Bakteri Campylobacter, Salmonella, Escherichia coli (E. coli), Listeria, Clostridium botulinum ( botulinum) dan Shigella.

2. Norovirus dan rotavirus

3. Parasit Cryptosporidium, Entamoeba histolytica, dan Giardia.

Penyebab Keracunan Makanan bisa disebabkan beberapa hal,  Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya keracunan makanan yang dilansir dari Allo Dokter:

  1. Tidak menyimpan makanan dalam suhu yang tepat, misalnya tidak disimpan di kulkas, terutama   produk daging dan produk olahan susu.
  2. Tidak memasak makanan secara merata, terutama daging unggas-unggasan, burger, dan sosis.
  3. Meninggalkan makanan matang di ruangan dengan suhu hangat terlalu lama.
  4. Mengonsumsi makanan yang sudah melewati masa kedaluarsa.
  5. Kontaminasi silang, misalnya memakai pisau pemotong daging mentah untuk mengiris roti atau
  6. Menyimpan daging mentah di atas makanan siap makan sehingga cairan dari daging menetes ke makanan di bawahnya.
  7. Menggunakan talenan yang tidak dicuci sebelumnya, khususnya setelah penggunaan untuk memotong daging mentah.
  8. Orang yang sakit atau dengan tangan yang kotor menyentuh makanan.

Berikut ini beberapa gejala terkait keracunan makanan yang mengharuskan Anda mendapat pengobatan:

  1.  Anda mengalami demam tinggi.
  2. Gejala yang dialami sangat parah dan tidak membaik hingga beberapa hari.
    Sakit perut hebat.
  3. Mengalami gejala dehidrasi parah, misalnya urine beraroma tidak enak, berwarna gelap, dan sangat sedikit.
  4. Bayi Anda mengalami keracunan makanan.
  5. Terjadi wabah keracunan makanan dan terkait dengan sumber kontaminasi tertentu.
  6. Mengalami muntah-muntah lebih dari dua hari.
  7. Diare yang berlangsung lebih dari tiga hari atau tinja bercampur darah.
  8. Mengalami gejala seperti pandangan buram, otot lemas, atau sensasi geli di tangan.
  9. Keracunan makanan juga bisa memberikan efek yang parah, terutama pada orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Di antaranya adalah penderita diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, HIV, kanker, mereka yang berusia di atas 65 tahun, dan bayi.

Jika anda atau ada kerabat mengalami keracunan makanan, maka pertolongan pertama mengatasi keracunan makanan pada orang dewasa adalah menangani  gejala mual dan muntahnya

Dalam 6-48 jam setelah mengonsumsi makanan, kemungkinan Anda akan mengalami mual dan muntah-muntah.

Dikutip dari Hello Sehat, berikut adalah pertolongan pertama keracunan makanan yang gejalanya berupa mual dan muntah:

  • Hindari mengonsumsi makanan padat sampai muntah berakhir. Disarankan makan makanan ringan, hambar, seperti biskuit asin, pisang, nasi, atau roti.
  • Hirup aroma yang dapat membantu menghindari muntah, misalnya seperti minyak kayu putih
  • Saat penderita muntah, usahakan muntah dengan posisi badan bungkuk menunduk. Ini agar makanan tidak turun lagi ke dalam tenggorokan dan membuat tersedak.
  • Selama masih merasa mual, jangan diberikan makanan yang digoreng, berminyak, pedas, atau manis sampai gejala membaik
  • Jangan minum obat antimual tanpa bertanya konsultasi dokter.
  • Cegah dehidrasi                                                                                                                                          Penderita keracunan makanan segera diberi pertolongan pertama sebelum benar-benar menunjukkan gejala dehidrasi. Dehidrasi bisa menyebabkan pingsan, dan yang parah bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh mengarah pada kematian.

Baca: Ada 1.600 Perusahaan Swasta di Banjarmasin, Baru Sekitar 200 Perusahaan yang Berlangganan PD PAL

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Malam Ini Sabtu (31/8) Manchester United City dan Liverpool Main

Baca: Peneliti Hortikultura Indonesia Kagum Pengembangan Bunga di Banjar Hasilkan Aneka Produk Turunan Ini

Selain itu gejalan mual dan muntah, mereka yang mengalami keracunan makanan akan mengalami kekurangan cairan. Berikut adalah pertolongan pertama untuk mencegah dehidrasi karena keracunan makan:

  • Minum cairan banyak cairan seperti air mineral. Bisa dimulai dengan tegukan kecil dan secara bertahap minum lebih banyak.
  • Jika muntah dan diare bertahan lebih dari 24 jam, minumlah larutan rehidrasi atau oralit yang bisa dibeli di apotek
  • Jika darurat, segera buat larutan oralit dengan air 1 liter dicampur 6 sendok makan gula, dan 1 sendok teh garam. Langung minum air larutan tersebut perlahan. (*)
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved