Berita Kalteng
Paslon Pilkada Kalteng Harus Komitmen Memberantas Narkoba, Tes Kesehatan Hingga DNA
BNN Kalteng mengungkap tiga daerah di Kalteng yang masuk zona merah peredaran narkoba
Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Tengah, mengungkapkan, ada tiga daerah di Kalteng yang masuk zona merah peredaran narkoba yakni Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat dan Palangkaraya.
Peredaran narkoba di Kalteng saat ini kebanyakan dipasok dari jalur darat yakni dari Kalimantan Barat diduga pasokan dari perbatasan Malaysia, mask ke Kalbar, kemudian Kotawaringin Barat, Kotim, Palangkaraya hingga disebarkan ke Kalsel dan Kaltim.
Narkoba juga masuk lewat jalur Pelabuhan laut dan udara sehingga Kalteng menjadi salah satu pasar peredaran narkoba yang cukup potensial. Dalam tahun 2020 mendatang, akan digelar Pilgub Kalteng dan Pilbup Kotawaringin Timur.
Sehingga muncul wacana agar dalam pelaksanaanya , terutama saat tes kesehatan, penyelenggara pilkada untuk pemeriksaan kesehatan, tim dokter harus benar-benar independent, dan semua paslon harus siap ikuti tes narkoba bukan lagi dengan tes urin, karena tes urin jangka waktunya terbatas hanya beberapa hari.
Gumarang, salah tokoh muda Kotim , Kamis (5/9/2019) sebagai pegiat anti narkoba, yang mendapatkan sertifikat sebagai tokoh peduli narkotika nasional dari rumah sakit ketergantungan obat RS Bhakti Husada, Jakarta tahun 2001, mengharapkan semua calon nantinya dilakukan tes urin dengan tes DNA dengan mengambil sampel rambut.
Baca: 10 Hektare Lahan Kosong di Kotabaru Terbakar , Eryanto Sebut Karena Faktor Alam
Baca: Setelah Cut Meyriska Diduga Hamil Kini Banjir Doa, Ustadz Felix Siauw: Roger Danuarta Sudah Bahagia
Baca: Akar Bajakah Mendunia Disebut Bisa Sembuhkan Kanker Payudara
Baca: Masalah Atta Halilintar vs Bebby Fey, Sunan Kalijaga Hingga Saaih Halilintar Buka Suara
Pegiat anti narkotika di Kotim ini, menegaskan, pelaksanaan tes narkoba melalui res DNA tersebut, agar hasil yang didapatkan akurat sehingga nantinya kepala daerah yang ikut kompetisi benar-benar bebas dari narkoba.
"Tentu kita tidak ingin nantinya yang memimpin Kotim atau Kalteng ternyata pengguna narkoba," ujarnya.
Wacana tersebut, didukung banyak warga Kalteng, karena saat ini peredaran narkoba di Kalteng cukup parah, ini terbukti dari laporan polisi dan BNN tentang pengguna narkoba di Bumi Tambun Bungai cukup tinggi.
"Pemimpin Kalteng maupun Kotim kedepan harus komitmen dalam memberantas narkoba," ujar Zainudin, warga Sampit. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/teks-pegiat-anti-narkotika-kotim-kalteng-m-gumarang.jpg)