Berita Banjarbaru

Peranan ATC Kendalikan Keselamatan Penerbangan, Pandu Pesawat Saat Traffic Padat Hingga kabut asap

Air Traffic Controller (ATC)berperan besar terhadap keselamatan penerbangan di setiap bandar udara

Peranan ATC  Kendalikan Keselamatan Penerbangan, Pandu Pesawat Saat Traffic Padat Hingga kabut asap
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Petugas Peranan ATC, mengkontrol pergerakan pesawat dan komunikasi melalui frekuensi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tiga orang tampak memandang layar monitor. Mereka juga berbicara didepan speaker yang ternyata itu terkoneksi ke frekuensi yang diterima oleh pilot.

Ketika traffic padat, operator akan menginformasikan ke pesawat untuk tidak landing duluan, karena akan diatur agar tidak terjadi crash atau kecelakaan pesawat.

Ya itu lah kerja dari petugas di Air Traffic Controller (ATC). Ternyata mereka lah yang berkomunikasi selama ini guna untuk keselamatan pesawat di udara.

Profesi itu bergengsi dan pintar sekaligus mulia. Pesawat terbang dengan seluruh penumpangnya harus tunduk pada perintah seorang ATC. Jika tidak, maka penerbangan akan rawan terjadi kecelakaan.

Bukan hanya traffic, pilot juga sudah otomatis akan melihat dan memonitor melalui ATIS (Automatic Terminal Information Service).

Baca: Skor Akhir Persipura U-20 Vs Barito Putera U-20 : 3-4, Kahar Mussakar Cetak 2 Gol

Baca: Pengedar Sabu Dibekuk di Jalan Batas Kota Ujung Martapura, Bungkus Rokok Jadi Barbuk

Baca: NEWSVIDEO : Bocah Korban Baku Tembak di Panyipatan Tanahlaut Meninggal Dunia

Baca: Masih Buron, Begal Sapi Bersenpi Diduga Masuk Wilayah Kabupaten Banjar

"Ya, pilot harus tunduk. Jika frekuensi radio yang memancarkan informasi secara otomatis tanpa henti dari ATIS ini juga pastinya akan didengar oleh pilot. Gunanya Informasi yang diberikan biasanya adalah informasi landasan yang digunakan, cuaca terkini, biasanya 1 jam atau 30 menit terakhir kecuali jika terjadi perubahan cuaca yang sangat tajam," kata Manager Operasi Airnav Cabang Banjarmasin, Rusli, Selasa (10/9/2019).

Dijelaskan Rusli, sesuai prosedur penerbangan itu pilot bisa Mendarat atau lepas landas jika Visibility di atas 800 meter.

"Kalau dari ATIS menginformasikan kurang dari 800, pastinya pilot yang akan turun ke Bandara Syamsudin Noor harus holding. Pesawat harus memutar di atas sampai cuaca termasuk asap menipis dan tembus jarak pandang di atas 800 meter," kata Rusli.

Hal yang sama ketika, pesawat harus terbang. Dimana ketentuannya Visibility harus 800 meter minimal.

Dikatakan Rusli, tapi setidaknya di tahun 2019 ini penanganan Karhutla menurutnya ini jauh tertangani, sebab baru hari ini yang sampai terjadi delay.

"Tapi over All penanganan tahun ini lebih bagus. Saya lihat itu BNPB juga mendatangkan heli untuk melakukan pemadaman. Dan untuk terbang heli itu juga lapor ke ATC kami untuk mengatur Traffic, kalau tidak maka akan bahaya," kata dia

Selain pantauan ATIS, juga pilot dari lokasi tujuan sudah menganalisa dari Web meteorologi, dan cuaca yang berkembang.

Baca: Amalan Sunnah Bulan Muharram Setelah Puasa Tasua dan Asyura pada 9 dan 10 Muharram

Baca: Geger, Mobil Pikap Terbakar Setelah Isi BBM di SPBU Banjang HSU

Baca: Terkekang Syahrini Setelah Dinikahi Reino Barack, Alasan Diungkap Sang Adik Aisyahrani

"Harapan kami jika sampai September kering, peranan masyarakat juga diperlukan agar tidak membakar hutan dan lahan. Karena ini akan merugikan semua pihak," kata Rusli.

Diuraikannya trafic pesawat yang sering berangkat pagi itu ada empat. "Ya dikhawatirkan empat setiap harinya kalau kabut takut delay. Kalau
Pesawat yang turun agak siang sehingga lepas dari kabut asap," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved