Berita Kabupaten Banjar

Puluhan Warga Terjaring Razia KTP, Begini Respons Dukcapil Banjar

Sedikitnya puluhan warga terjaring pada razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar,

Puluhan Warga Terjaring Razia KTP, Begini Respons Dukcapil Banjar
banjarmasinpost.co.id/roy
Petugas Satpol PP Banjar dibantu tentara dan polisi melalukan razia KTP di kawasan Gedung Juang di Jalan A Yani, Martapura, Selasa (10/09/2019) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sedikitnya puluhan warga terjaring pada razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (10/09/2019) pagi.

Beragam penyebab puluhan warga tersebut terjaring razia. Di antaranya dikarenakan lupa atau sengajak tidak membawa KTP.
Namun ada juga yang mengaku telah melakukan perekaman KTP elektronik (KTP El), tapi tak kunjung selesai.

Kepala Bidang Penegakkan Produk Hukum Daerah, Satpol PP Banjar, Bahruddin mengatakan terhadap warga yang terjaring razia KTP lantaran belum memiliki dokumen identitas itu tersebut, pihaknya menyarankan mereka untuk segera mengurus ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Banjar.

Baca: Irish Bella Minta Didoakan Istiqamah Hijrah, Ammar Zoni Malah Pamer Foto Mandi Tanpa Istri

Baca: Aib Memalukan Ashanty Dibongkar Anang, Ibu Sambung Azriel & Aurel Hermansyah Takut Suaminya Illfeel

Baca: Kekaguman Boy William pada Barbie Kumalasari, Istri Galih Ginanjar Terungkap, Boy : I Love Her

"Soalnya kami hanya sebatas melakukan penindakan dalam upaya menegakkan peraturan daerah tentang adminitrasi kependudukan. Kalau ada keluhan mengapa KTP belum jadi tapi sudah dirazia, maka itu Dinas Dukcapil yang bisa menjawabnya," ucap Bahruddin.

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Dukcapil Banjar Azwar ketika dikonfirmasi mengatakan tidak ada alasan bagi masyarakat mendebat ketika terjaring razia KTP.

"Mengapa? Soalnya masyarakat yang telah menjalani perekaman dan KTP El-nya belum tercetak karena keterbatasan blangko, kami selalu memberikan surat keterangan (suket)," tegasnya.

Suket tersebut, lanjut Azwar, berlaku selama enam bulan dan bisa diperpanjang jika hingga batas kedaluwarsa, fisik KTP El belum tercetak.

Namun biasanya sebelum tenggat waktu tersebut, dokumen kependudukan tersebut telah tercetak.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved