Suka Duka Para Pelayan Jenazah

15 Tahun Melayani Jenazah, Dian Akui Awalnya Sampai Panas Dingin

Warga Gotong royong Banjarbaru ini sudah 15 tahun mengabdikan diri sebagai seorang 'pelayan' jenazah.

15 Tahun Melayani Jenazah, Dian Akui Awalnya Sampai Panas Dingin
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Dian petugas pelayan jenazah di ruang pemulasaran jenazah RSUD Idaman Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bersentuhan dengan jenazah sudah jadi hal biasa bagi Rusdian. Dia harus melayani ikhlas berhadapan dengan jenazah di ruang instalasi pemulasaran jenazah RSD Idaman Banjarbaru.

Tidak peduli bagaimana kondisi jenazah, bisa korban pembunuhan, korban kecelakaan , meninggal karena sakit, kondisi tubuh lengkap, hingga jenazah yang sudah membusuk harus dihadapi seorang yang ramah dan akrab disapa Dian ini.

Warga Gotong royong Banjarbaru ini sudah 15 tahun mengabdikan diri sebagai seorang 'pelayan' jenazah.

"Sudah 15 tahun kerja di bagian ini, walau sudah pulang dan santai di rumah, kalau ada panggilan harus ke rumah sakit ya berangkat untuk menangani jenazah," kata Dian.

Baca: BREAKING NEWS : Gudang Senjata di Kompleks Mako Brimob Srondol Semarang Terbakar

Baca: Angkutan Tradisonal Gerobak Sapi Ini Tetap Eksis di Tapin, Dimanfaatkan Angkut Kayu Karet

Baca: Detik-detik Seorang Ibu Selamatkan Diri Saat Mobil Rush Tertabrak Kereta Api Tegal Bahari

Baca: Pasca Menang Tipis 2-1 Atas Persis Solo, Frans Sinatra Huwae Ungkap Pemainnya Banyak Tidak Fit

Dian akui karena sudah tuntuttan profesi dia tepis rasa takut saat berhadapan dengan jenazah yang beda-beda.

"Alhamdulillah tidak ada rasa takutan tuh, ngarannya sudah gawian mas ai. Tapi saya akui saat pertama kali ya sampai panas dingin juga saat kita hadapi jenazah. Terlebih tidak selalu sama kondisinya, ada yang tubuh lengkap, ada yang tidak lengkap, ada yang sudah tengkorang bahkan membusuk. Ya harus dihadapi," katanya.

Sederhananya tugas Dian begitu jenazah datang di instalasi pemulasaran jenazah rumah sakit, dia mengawali dengan visum, setelah selesai kemudian jenazah dia bersihkan.

"Nah kecuali bila ada kondisi jenazah yang ada luka, ya kita harus lakukan penanganan juga diantaranya merapikan luka itu dengan jahit," katanya.

Baca: Kebakaran di Gunung Sari Hanguskan 4 Rumah, Kahfi Terkejut Api Langsung Membesar

Baca: Agus Cs Kembalikan Mandat ke Presiden, Saut Mundur Setelah DPR Pilih Pimpinan KPK

Baca: Begini Hasil Observasi Sparta Anjing Bima Aryo Pasca Menerkam ART hingga Tewas

Di instalasi pemulasaran jenazah rumah sakit idaman Banjarbaru juga lengkap dengan lemari pendingin dua pintu.

Lemari pendingin ini setidaknya bisa menampung jenazah selama tiga hari, hingga ada pihak keluarga atau kerabat yang membawa jenazah itu.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved