Berita Banjarmasin

Gelar Dialog, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Bersama UIN Antasari Bahas Moderasi Keagamaan

Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Bekerjasama Dengan UIN Antasari Banjarmasin Gelar Dialog Budaya Keagamaan Nusantara

Gelar Dialog, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Bersama UIN Antasari Bahas Moderasi Keagamaan
banjarmasinpost.co.id/ achmad maudhody
Penandatanganan MoU Antara UIN Antasari dan Litbang Diklat Kemenag RI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Bekerjasama Dengan UIN Antasari Banjarmasin Gelar Dialog Budaya Keagamaan Nusantara di Best Western Kindai Hotel Banjarmasin, Senin (16/9/2019).

Dialog dibuka oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof Dr Abdurrahman Mas'ud, dihadiri Kapuslitbang LKKMO Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Dr Muhammad Zain, Rektor UIN, Prof Dr H Mujiburrahman.

Selain itu, berbagai unsur masyarakat termasuk dari Forum Komunikasi Umat Beragama juga hadir dalam kegiatan kali ini.

Utamanya, dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, dibahas berbagai topik seputar moderasi keagamaan dari aspek budaya lokal.

Baca: Paul Phua, Raja Judi Asal Kalimantan yang sempat Diincar FBI, Punya Kerajaan Judi di Berbagai Negara

Baca: Siang Malam Anggota Satgas Karhutla Dikerahkan Amankan Seputar Bandara Dari kabut Asap

Baca: VIRAL Video Aksi Dua Pengendara Motor Seberangi Sungai Pakai Tali ala Flying Fox, Ada Suara Jeritan

Baca: Jokowi Tambah Kuota KPR FLPP, Begini Reaksi DPD REI Kalsel

Dimana Indonesia sebagai negara Pancasila dikenal sebagai negara moderasi yang yang tidak ekstrim pada salah satu sisi pemahaman saja.

Menurut Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Dr H Mujiburrahman, layaknya Negara Indonesia, masyarakat Banjar juga termasuk masyarakat yang moderat sehingga memiliki toleransi dan hubungan antar umat beragama yang harmonis.

"Moderasi artinya mencari titik temu dalam perbedaan dan akui perbedaan dalam persamaan ini perlu digali berkehidupan berbangsa khususnya antar Agama. Walau berbeda tapi ada titik temu," kata Prof Dr H Mujiburrahman.

Menilik persoalan lokal di Indonesia, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof Dr Abdurrahman Mas'ud menyatakan saat ini masih ada permasalahan pelik yang dihadapi Indonesia yang bisa mengancam moderasi yang sudah berjalan.

Yaitu permasalahan masih kurangnya literasi baca tulis, dimana menurut Prof Dr Abdurrahman Mas'ud dari hasil survei lembaga internasional dengan lingkup 50 negara, literasi baca tulis di Indonesia menempati urutan dua dari bawah.

Hal ini menurutnya menjadi salah satu penyebab efektifnya penyebaran kabar bohong atau hoax di masyarakat Indonesia.

"Dimana-mana orang tidak berpikir kritis. Maka virus hoax masih menghinggapi kita dan sebabkan muncul kebencian, diskriminasi, hate speech dan lain sebagainya," kata Prof Dr Abdurrahman Mas'ud.

Selain membahas tema moderasi keagamaan, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI dan UIN Antasari Banjarmasin.

Baca: Pascakebakaran di Desa Kalahiyang Balangan, Si Jago Merah Hanguskan Beras Fitrah Keluarga Halidi

Baca: NEWSVIDEO : Gubernur Kalsel Resmikan Balai Temu Rakyat Dayak Pitap

Baca: BREAKING NEWS : Meski Suasana Gelap, Relawan dan Warga Tak Menyerah Cari Pemuda Diduga Tenggelam

Dimana poin-poin yang dikerjasamakan yaitu diseminasi dan publikasi hasil penelitian, penguatan wacana keislaman dan kebangsaan serta pengembangan dan penguatan metodologi penelitian.

Menurut Rektor UIN, dengan kerjasama ini akan memperkuat tak hanya metode dan tata cara penelitian yang dilakukan tapi juga perkuat manfaat dari hasil penelitian-penelitian yang dilakukan UIN Antasari Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved