Berita HSS
Diolesi Warga Pupur Basah Sebelum ke Sawah, Wabup dan Paman Birin Pasrah
Gubernur Kalsel dan Wabup HSS disambut dengan tradisi unik, yaitu bapupur basah.
Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
BANJARAMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Ada yang unik saat Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor didampingi Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan Syamsuri Arsyad menghadiri syukuran dan panen padi di Desa Hamayung, Kecamatan Daha Utara, HSS, Kamis 26 September 2019 lalu.
Sebelum turun ke sawah, Gubernur Kalsel dan Wabup HSS tak hanya disambut meriah para pelajar yang membawa bendera merah putih.
Mereka disambut dengan tradisi unik, yaitu bapupur basah. Keduanya harus rela wajahnya diolesi pupur basah, atau bedak tradisional khas warga Hulu Sungai, jika beraktifitas di bawah sinar matahari.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin maupun Wabup HSS, hanya bisa pasrah. Bahkan, Paman Birin ikut membantu mengoleskan pupur dingin tersebut ke wajah Syamsuri Arsyad sehingga tampak seperti maskeran.
Selanjutnya, dengan riang Paman Birin dan Coe, panggilan akrab Wabup HSS turun ke sawah, lalu melakukan pemotongan perdana padi yang sudah menguning dan siap di panen tersebut. Paman Birin sendiri hanya mengenakan kaus oblong hitam.
Baca: Hasil Akhir Persipura vs PSM Makassar Liga 1 2019 : Skor Akhir 3-1, Ezra Walian Cetak Gol
Baca: Jika Asap Karhutla Masih Pekat, Disdik Kalsel Ijinkan Kepsek Liburkan Sekolah
Baca: Barito Putera vs Persebaya, Berada di Zona Degradasi, Laskar Antasari Wajib Menang
Baca: Perubahan Drastis Roger Danuarta Dirasakan Cut Meyriska, Teman Marcella Simon : Berlebihan!
Menurut warga Hamayung, tradisi pakai pupur basah atau pupur dingin masih lestari. Tujuan menggunakan bedak yang dioleskan seperti masker tersebut untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
“Apalagi di lahan rawa ini, sama sekali tak ada naungan pohon. Jadi biar kulit tak terbakar panas, dan wajah terasa dingin. Alhamdulilah, selama ini pupur dingin jadi sunblock tradisional kami,”kata salah satu warha Hamayung. Menurutnya, memberi pupur basah kepada gubernur dan wabup, agar kulit wajah mereka menjadi hitam. “Ternyata Gubernur dan Wabup senang-senang saja,”tuturnya.
Syukuran dan panen juga dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Dandim 1003 Kandangan, Plt Kepala Dinas Pertanian HSS, Ketua MUI Daha Utara, Kapolsek Daha Utara, Camat Daha Utara M Taufiqurahman, serta ratusan warga setempat.
Ketua Kelompok Tani Cinta Maju melaporkan, sebanyak 50 hektare lahan pertanian yang dipanen pada kesempatan tersebut, digarap tujuh kelompok tani. Mereka memanfaatkan lahan rawa di musim kemarau, untuk bercocok tanam padi. “Alhamdulillah, panen berhasil meski sedang kemarau ekstrem,”katanya.
Sebelumnya, Wabup HSS menyampaikan permohonan maaf dari Bupati HSS yang tidak dapat hadir karena sedang mempresentasikan inovasi daerah dalam rangka Innovative Government Award (IGA) Tahun 2019 di Kementerian Dalam Negeri.
Dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Wabup H Achmad Fikry mengatakan, salah satu program pembangunan di HSS yaitu tersedianya hasil pertanian yang sehat dan hasil pertanian yang meningkat.
Dengan demikian, berimbas pada kesejahteraan para petani. Untuk itu, warga diimbau bersama-sama mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada tim relawan yang sering berjibaku memadamkan apai, pagi, siang maupun malam hari.
“Kami sampaikan pula terimakasih atas kedatangan Gubernur Kalsel dan perhatian Pemprov Kalsel, kepada masyarakat HSS,”katanya.
Sementara, Gubernur Kalsel Sahbirin menyatakan, syukuran panen, merupakan wujud rasa syukur terhadap rahmat Allah di Bumi Kalsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gubernur-kalsel-mengoleskan-pupur-basah-wabub-hss.jpg)