Berita Banjar

Sebagian Data Perekaman KTP El di Banjar Ganda, Begini Upaya Dukcapil

Data administrasi kependudukan di sejumlah daerah di negeri ini termasuk di Banjar, belum sepenuhnya valid. Masih ada beberapa data warga yang ganda

Sebagian Data Perekaman KTP El di Banjar Ganda, Begini Upaya Dukcapil
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Warga antre untuk melakukan perekaman data KTP-El di Kantor Disdukcapil Banjar. M Azwar, Kepala Disdukcapil Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Data administrasi kependudukan di sejumlah daerah di negeri ini termasuk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), belum sepenuhnya valid. Masih ada beberapa data warga yang ganda.

Hal itu diakui Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Banjar Azwar.

"Ya memamg kami akui masih ada data yang ganda," ucapnya, kemarin.

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan temuan data ganda tersebut kadang terlacak ketika warga yang bersangkutan melengkapi berkas administrasi di lembaga lain. Contohnya ketika sedang berurusan di perbankan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lainnya.

"Contohnya NIK (nomor induk kependudukan) tak online di bank. Mereka lalu konfirmasi kepada kami. Setelah kami cek divalidasi ternyata nama tersebur anomali, data ganda," beber Azwar.

Baca: Lezatnya Sop Buntut Swiss-Bell Hotel Banjarmasin

Baca: Gaji & Fasilitas Mulan Jameela Pasca Anggota DPR RI, Istri Ahmad Dhani Foto Bareng Putri Soeharto

Baca: Tradisi Baayun Maulid Digelar 9 November, Segini Target Pesertanya

Baca: Dokumen Penting untuk Persiapan Seleksi CPNS 2019, Formasi Tenaga Kesehatan & Guru Terbanyak

Setelah dilacak, beber Azwar, hal seperti itu kadang disebabkan lantaran warga tersebut melakukan perekaman KTP elektronik hingga dua kali.

Ketika pihaknya melakukan interview dengan warga tersebut, ternyata yang bersangkutan hingga dua kali menjalami perekaman KTP El lantaran merasa saat rekam pertama, fisik KTP El tak kunjung tercetak.

Lalu saat ada pendaftaran perekaman berikutnya warga tersebut kembali mendaftar. Akhirnya dua kali menjalani perekaman dan saat melakukan perekaman kedua menggunakan undangan orang lain seperti milik keluarga atau tetangga.

"Begitu juga kasus yang pernah kami dapati ketika ada pihak OJK konfirmasi kepada kami untuk recek nama warga tertentu. Mereka menyatakan saat dicek, NIK-nya tidak cocok atau atas nama orang lain. Saat kami lacak dan validasi, penyebabnya seperti itu," sebur Azwar.

Ia menegaskan pihaknya juga terus melakukan penyisiran terhadap data kependudukan guna mengatasi data ganda. Termasuk menyesuaikan data dengan dokumen kependudukan lainnya seperti pada akta kelahiran serya ijazah," sebutnya.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved