Berita Kotabaru

Dana Tak Kunjung Cair, Rehab Bedah Rumah di Kotabaru Tersendat

Penerima bantuan program bedah rumah bingung menyusul belum cairnya dana yang dijanjikan Disperkim.

Dana Tak Kunjung Cair, Rehab Bedah Rumah di Kotabaru Tersendat
istimewa/ Dok Kodim 1008 Tanjung untuk BPost Group
Ilustrasi-Program bedah rumah di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya oleh Kodim 1008 Tanjung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sebagian masyarakat penerima bantuan program bedah rumah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kini mulai bingung. Itu menyusul belum dicairkannya dana yang dijanjikan Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahan.

Padahal hampir sebagian besar penerima manfaat program Bantuan Rumah Sederhana (BRS), sudah melaksanakan kegiatan rehab sesuai diatur dalam petunjuk teknis (Juknis) ditetapkan.

Setelah pelaksanaan fisik mencapai 30 persen, dana atau upah dijanjikan dengan total sebesar Rp 2.500.000 akan dibayarkan separunya yaitu Rp 1.250.000.

Akibat belum cairnya dana untuk upah yang dijanjikan. Pekerjaan rehab dikerjakan sendiri oleh masing-masing penerima manfaat program BRS menjadi tersendat. Meski material untuk rehab yang didistribusikan dari program BRS sudah 100 persen.

"Belum keluar-keluar dananya (upah). Tidak tahu jadi belum. Harapannya sih cepat dicairkan," kata Amat salah-satu penerima kepada banjarmasinpost.co.id, kemarin.

Baca: Curi Honda Beat Milik Ibu Tiri, Fitri Ditangkap Saat Dugem di Banjarbaru

Baca: Rumput Stadion Demang Lehman Gundul, Pemkab Banjar Datangkan Tim Lestarindo Soccerfield

Baca: Atap Teras PAUD Darunnajah Ambruk, Ini yang Akan Dilakukan Disdik Banjar

Baca: Jadwal Liga Champion Matchday 3 Siaran Langsung di SCTV : Ajax vs Chelsea, Inter Milan vs Dortmund

Senada diungkapkan penerima lainnya. Belum keluarnya dana untuk upah dijanjikan, terpaksa mengehentikan pekerjaan.

"Terpaksa setop dulu. Kalau dana upah sudah dicair nanti dilanjutkan lagi," ucapnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahanah Kotabaru Selamat Riyadi mengatakan, sudah menandatangani proses pencairan dana upah sebesar Rp 2.500.000 akan diberikan ke masing-masing penerima BRS.

"Sudah ditanda tangani bahkan selain tahap satu, sampai tahap dua juga sudah. Tapi bisa ditanyakan lagi ke bidang terkait," ujar Selamat.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penanganan Perumahan Kumuh dan Kawasan Permukinan Kumuh, Ujang Fansyurnadi ST menjanjikan, dalam waktu dekat dana untuk upah kegiatan BRS tahap satu sudah cair.

Baca: Bayi Ammar Zoni dan Irish Bella Meninggal di Kandungan, Adik Raffi Ahmad Syahnaz Diwanti-wanti

Baca: Kematian Massal Ikan Keramba, Petani ini Gelontorkan Biaya Setara Motor Setiap Bulan untuk Pakan

Baca: Benarkah Dipo Latief Ayah Biologis Anak Ketiga Nikita Mirzani? Pengadilan Putuskan Hal Ini

"InshaAllah dalam waktu dekat pencairan. Sudah proses di Bank Kalsel," kata Ujang kepada banjarmasinpost.co.id.

Ujang mengaku, dari 136 total keseluruhan penerima program BRS. Untuk tahap satu material sudah didistribusikan 100 persen kepada 34 penerima manfaat. Sedangkan dari penerima ini, sudah menyelesaikan kegiatan 100 persen sebanyak 28 penerima BRS.

"Iya sih bila upah dicairkan, itu akan jadi penyemangat mereka," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved