Yasan Adaro Bangun Negeri

Tuti dan YABN Ajak Masyarakat Kelola Sampah Lebih Baik

Tuti dan YABN Ajak Masyarakat Kelola Sampah Lebih Baik Sejak puluhan tahun lalu

YABN
Sosialisasi bank sampah di Desa sasaran baru 

Hampir setiap hari nasabah datang untuk menyetorkan sampah rumah tangga yang dihasilkan.

Menurutnya masyarakat semakin sadar dengan mulai memilah sampah dan mulai aktif menjadi nasabah tetap bank sampah yang ada di daerahnya, secara perlahan nasabah mulai merasakan manfaat ekonomi dari penjualan sampah yang dilakukan.

Sosialisasi bank sampah di Desa sasaran baru
Sosialisasi bank sampah di Desa sasaran baru (YABN)

“Setiap bulannya setidaknya hampir setengah ton sampah yang masuk ke bank sampah anggrek untuk ditimbang dan kemudian dijual kembali ke pengepul. Dari sini tentu secara tidak langsung masyarakat sudah membantu mengurangi sampah yang dikirimkan ke TPA dan memanfaatkannya sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi sebelum akhirnya di daur ulang," katanya. 

Kesuksesan dalam menjalankan program dicoba kembangkan Tuti dan YABN di sejumlah desa lain, 5 lokasi baru yakni Komplek Bougenvile, Desa Garunggung, Desa Karangan Putih, Desa Puaini Kiwa dan Desa Gunung Sari ditetapkan daerah sasaran baru program desa bersih dan hijau.

“Hari ini kami kembali melakukan sosialisasi ke desa sasaran baru dengan tujuan memberikan edukasi awal bagi masyarakat melalui forum diskusi langsung. Penjelasan tentang jenis sampah dan cara pengelolaannya secara langsung kepada masyarakat dan pembentukan keanggotaan program” Ungkap Tuti.

Sosialisasi bank sampah di Desa sasaran baru
Sosialisasi bank sampah di Desa sasaran baru (YABN)

Sosialisasi awal, lanjut Tuti, dijalankan agar membuka wawasan masyarakat mengenai bahaya pengelolaan lingkungan yang buruk dan bagaimana pencegahannya.
Setelah sosialisasi ditargetkan sejumlah desa yang belum meiliki bank sampah akan dibentuk bank sampah baru dan sejumlah kader setiap desa akan mendapatkan pelatihan pengelolaan sampah.

“Semoga semakin banyak masyarakat peduli terhadap lingkungannya dan muncul lebih banyak tokoh yang mau menggerakan masyarakat untuk mulai memilah dan mengurangi sampah di desa-desa sasaran baru," tutup Tuti. (aol/*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved