Suka Duka Relawan Padamkan Karhutla

Tak Pernah Dikompalin Keluarga, Meski Pulang Hanya Membawa Lelah

Masyarakat Kalsel dikenal punya rasa kebersamaan dan kepedulian yang tinggi. Termasuk masyarakat HSS

Tak Pernah Dikompalin Keluarga, Meski Pulang Hanya Membawa Lelah
istimewa
Aksi Satgas Badan Penanggulangan Bencana dan Kesbangpol HSS, saat memadamkan Karhutla. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Masyarakat Kalsel  dikenal punya rasa kebersamaan dan kepedulian yang tinggi. Termasuk masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Banyaknya relawan pemadam kebakaran yang multi fungsi (Tak hanya padamkan api, tapi juga tangani korban banjir, tanah longsor, orang hilang serta encana lainnya) merupakan asset bagi daerah.

Selama Karhutla, mereka terdepan dalam memadamkan api, dibantu relawan lainnya, seperti Tagana, TNI/Polri, Satgas BPBD Kesbangpol serta Organisasi lainnya. Meski punya pekerjaan lain selain menjadi relawan, mereka yang kebanyakan bekerja di sektor swasta dan wirausaha, waktu dan tenaga selalu dikorbankan untuk misi sosial dan kemanusiaan.

 Tak ada insentif yang jelas bagi mereka. Namun untuk asuransi, diakomodasi Pemkab HSS melalui Kerukunan PMK/BPK HSS yang jumlahnya mencapai 60-an Unit.

Baca: Penolakan Anang pada Krisdayanti Masuk Asix, Suami Ashanty & Ayah Aurel Hermansyah Ungkap ke Maia

Baca: Sering Dicegah Saat Hendak Padamkan Api, Pelaku Sengaja Membakar untuk Berkebun

Baca: Pulang Kunjungi Pacar di Jakarta, Mahasiswa Kedokteran Unila Ini Tewas Kecelakaan di Tol Lampung

Baca: Darwan Ali Ditetapkan Tersangka oleh KPK Setelah Pelabuhan Sagintung Dioperasionalkan

Menurut Norifansya darai BPK NUrul Islam, tiap unit BPK mendapat jatah 25 orang untuk diasuransikan.  Sedangkan bantuan dana hibah dari Pemkab HSS, berdasarkan kesepakatan, disalurkan dua tahun sekali, melalui Kerukunan PMK/BPK, kemudian dibagi ke unit-unit BPK/PMK.

 “Dana itu untuk operasional, seperti beli bahan bakar minyak,”kata Fansyah. Namun, beberapa PMK, ada juga yang menggalang dana sumbangan masyarakat sebagai tambahan. Khususnya selama karhutla, dimana memerlukan biaya operasional lebih banyak. “Alhamdulillah masyarakat respek saja saat BPK menggalang dana di jalan,”kata Khairudi dari PMK Parmuk Parincahan.

 Meski menjadi relawan pemdam tak digaji, mereka mengaku tak pernah mendapat komplin keluarga. Baik anak maupun istri, mengetahui bahwa mereka keluar rumah untuk membantu orang lain.

Baca: LIVE Trans7: Jadwal Siaran Langsung MotoGP Jepang 2019, Perayaan Marc Marquez Juara Dunia

Baca: KMP Bamega Akan Operasi Perdana ke Pulau Sebuku 17 Oktober

Baca: Darwan Ali Ditetapkan Tersangka oleh KPK Setelah Pelabuhan Sagintung Dioperasionalkan

“Keluarga mendukung saja. Walaupun pulang tak bawa duit, dan hanya membawa tubuh yang lelah mereka juga ikhlas. Karena berbuat kebaikan dan menyelamatkan orang banyak itupun akan dicatat sebagai amal ibadah,”pungkas Khairudi. (banjaramasinpost.co.id/hanani )

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved