Yayasan Adaro Bangun Negeri

YABN Kenalkan Pertanian Organik

Dalam pertanian konvensional penggunaan bahan agrokimia memang dinilai cukup berhasil karena dapat meningkatkan produktivitas dibidang pertanian dan p

YABN Kenalkan Pertanian Organik
yabn
Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) sebagai lembaga yang pertama kali mengenalkan pertanian organik di Desa Kambitin, Kabupaten Tabalong, Senin (14/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sebelum tahun 2017, Desa Kambitin belum cukup dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil sayuran organik.

Bahkan, bagi petani yang berada di wilayah kabupaten Tabalong. Masyarakat lebih banyak memilih bertanisecara konvensional atau berkebun karet.

Dalam pertanian konvensional penggunaan bahan agrokimia memang dinilai cukup berhasil karena dapat meningkatkan produktivitas dibidang pertanian dan perkebunan.

Namun dalam prosesnya, penggunaan pupuk dan pestisida kimia memiliki dampak negatif, yakni adanya residu beracun yang dapat terkonsumsi dari sisa produk perkebunan dan pertanian yang digunakan selama dilahan.

Selain itu petani rentan terpapar bahan kimia yang setiap hari digunakan, cost pertanian yang mahal hingga berkurangnya kualitas kesuburan tanah dan pencemaran air tanah di sekitar area pertanian akibat dari paparan bahan kimia.

Seiring perkembangan zaman sayuran dan buah organik semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat karena dinilai terjamin dari bahaya residu kimia sisa pupuk dan pestisida pertanian, profesi dengan metode organik kemudian semakin dilirik oleh para petani di sejumlah daerah salah satunya di Desa Kambitin.

Pertanian organik dinilai cukup menguntungkan bagi petani, karena dapat menekan ongkos produksi dengan pemanfaatan bahan-bahan organik yang mudah didapatkan.

Kini sudah ada 35 orang petani menjadi bagian dari Kelompok Tani Organik (KTO) di Desa Kambitin yang menerapkan prinsip-prinsip pertanian ramah lingkungan di lahannya masing-masing.
Kini sudah ada 35 orang petani menjadi bagian dari Kelompok Tani Organik (KTO) di Desa Kambitin yang menerapkan prinsip-prinsip pertanian ramah lingkungan di lahannya masing-masing. (yabn)

Senin (14/10/2019), Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) sebagai lembaga yang pertama kali mengenalkan pertanian organik di desa ini kembali melakukan pelatihan bagi petani yang ingin beralih dari pertanian kimia ke pertanian organik.

Penanggung jawab program pertanian organik dari YABN, Amatul Firdausa mejabarkan, sejak tahap pertama pengenalan pertanian organik pada tahun 2017.

“Awalnya hanya ada 5 petani yang ikut serta dalam lahan percontohan seluas 1,5 hektar, kini sudah ada 35 orang petani menjadi bagian dari Kelompok Tani Organik (KTO) di Desa Kambitin yang menerapkan prinsip-prinsip pertanian ramah lingkungan di lahannya masing-masing,” jelasnya

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved