Public Services

Kepada Gubernur Kalsel, Ubah Area Gunung Sebatung di Kotabaru Menjadi Tahura

Kepada Yth. Bapak Gubernur Kalsel dan Bupati Kotabaru, mohon kajian lingkungan yang tepat untuk mengubah kawasan Gunung Sebatung

Kepada Gubernur Kalsel, Ubah Area Gunung Sebatung di Kotabaru Menjadi Tahura
Isti Rohayanti
Sejumlah tenda berdiri di satu puncak pegunungan pada kawasan Tahura Sultan Adam yang menyajikan pemandangan alam ketika pagi hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kepada Yth. Bapak Gubernur Kalsel dan Bupati Kotabaru, mohon kajian lingkungan yang tepat untuk mengubah kawasan Gunung Sebatung, Kotabaru sebagai resapan air dari hutan lindung menjadi Tahura demi untuk membangun embung Gunung Perak.

Meski embung selesai, tapi hutannya rusak hingga air tidak ada, apa gunanya, harus bijak pak. Kami masyarakat yang merasakan dampaknya kemarau di Pulau Laut pak, terima kasih dan mohon perhatian semua pihak. 082352746783

TANGGAPAN:
YTH. Pembaca Banjarmasin Post. Pengembangan Wisata Gunung Mamake adalah langkah serius dari Bupati Kotabaru untuk mendukung mensejahterakan masyarakatnya di dalam pengembangan pemanfaatan hutan di Wilayah Izin IUPHKm Gapoktan Mutiara Sarang Tiung (Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan) berdasarkan SK. Menteri LHK nomor 5617/MENLHK-PSKL/PKPS/PSLO/10/2017 tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kepada Gapoktan seluas 500 Hektare pada Kawasan Lindung di Desa Sarang Tiung.

Sehingga mempunyai hak pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan Pemanfaatan Jasa Lingkungan terhadap areal seluas 500 hektare yang meliputi Desa Sarang Tiung dan Desa Tirawan, sehingga diperlukan jalan Akses yang memadai menuju lokasi areal HKm (Hutan Kemasyarakatan) tersebut, pembuatan jalan Akses berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) sesuai dengan SK. 435/MENHUT II/Tahun 2009 yang diperbolehkan.

Jadi hal tersebut merupakan bagian terwujudnya tujuan percepatan peningkatan perekonomian masyarakat dalam mengelola hasil kebun yang telah dilalui jalan yang dibuat dan masyrakat sangat setuju akan hal ini terutama pemilik tanah warga yang dilewati jalan tersebut, yang dahulunya jalan kaki memikul hasil kebun sekarang sudah bisa diakses dengan kendaraan roda dua dan roda empat.

Nantinya ada pondok/warung pedagang buah disepanjang jalan menuju puncak jika musim buah telah tiba. Dan juga kita Pemerintah Daerah sangat mendukung Gerakan Kelompok Tani Desa Sarangtiung (Gapoktan Mutiara Sarang Tiung) terhadap pengembangan Agribisnis Holtikultura masyarakat dan Jasa Lingkungan Wisata Gunung Mamake. Semoga tahun 2019 ini saat musim tanam tiba kita bisa bersama-sama membantu petani menanam bibit bibit buah.

Seperti cengkeh, lombok, terong mentimun, Sukun serta Jenis tanaman keras yang mengasilkan buah dan bunga lainnya. Nantinya masyarakat Kotabaru juga bisa membeli langsung hasil panennya di lokasi tersebut sambil menikmati Wisata Alam Kotabaru dan yang menjadi unggulan disana adalah Gula Aren yang sudah lama dikembangkan masyarakat sekitar Gunung Mamake.

Selain itu jalan yang dibuat bersama sepanjang 1.2 Km tersebut mempunyai peran Sekat Bakar dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sesuai yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri LHK.

Terhadap pengembangan Wisata Alam Gunung Mamake, Bupati Kotabaru sangat mendukung pengembangan jasa lingkungan Gapoktan Mutiara Sarang Tiung yaitu menjadikan “Bukit Sejuta Bunga”. Semoga hal ini bisa dimasukkan dalam Perencanaan Design Tapak yang disusun nantinya Oleh KPH Provinsi Kalsel bersama Gapoktan Mutiara Sarang Tiung.

Sehingga dukungan ini mampu menjadikan support bagi Gapoktan dalam mengembangkan destinasi wisata baru di Wilayah Kalimantan Selatan, Khususnya Kabupaten Kotabaru. Terimakasih.

ARIF FADILLAH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved