Berita Batola

Kabut Asap Super Pekat, Dinkes Batola Siapkan Rumah Oksigen

Mengantisipasi kabut asap semakin tebal pada waktu tertentu, Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, menyiapkan rumah oksigen di markas PSC 119

Kabut Asap Super Pekat, Dinkes Batola Siapkan Rumah Oksigen
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kabut asap super pekat di Hasan Basri, Sungai Pantai, Kecamatan Rantau Bedauh, Senin (28/10/19) pukul 06:58 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Mengantisipasi kabut asap semakin tebal pada waktu tertentu, Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, menyiapkan rumah oksigen di markas PSC 119 di eks kantor Kecamatan Alalak, di Jalan Trans Kalimantan.

“Jika ada warga sesak nafas karena kabut asap, silahkan warga datang rumah oksigen milik Dinkes Batola di Markas PSS 119 tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola dr Azizah, Selasa (29/10/19).

Menurut Azizah, kabut asap saat ini tidak separah marak-maraknya saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap saat ini masih ringan dan masyarakat masih bisa melakukan antisipasi mandiri.

“Kita juga belum mendapatkan keluhan dan laporan dari puskemas soal kabut asap,” katanya.
Meski begitu, sambung Azizah, petugas puskemas tetap melayani karena dampak kabut asap seperti penderita Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dinkes Kabupaten Batola tetap siaga dalam bentuk pelayanan rumah oksigen.

Baca: Fakih Tak Lengkapi Persyaratan, Berry Terpilih Secara Aklamasi Jadi Wakil Bupati HST

Baca: Politala Berduka, Diduga Melamun Mahasiswa Ini Tabrak Penanda Truk

Baca: Permudah Transaksi Pembayaran, Warga Banjarmasin Mulai Terbiasa Gunakan Uang Digital

Baca: Kick Off Tanam Serentak di Banjar dan Tapin Sukses Digelar, Pejabat Diminta Ajak Warga Menanam

“Biasanya dampak kabut asap itu sesak nafas. Nah, warga yang sesak nafas itu disediakan oksigen untuk membantu korban sesak nafas akibat kabut asap tersebut,” katanya.

Menurutnya, rumah oksigen di markas PSC 119 di eks kantor Kecamatan Alalak, di Jalan Trans Kalimantan itu sifatnya insidentil. Jika tidak musim kabut asap, maka rumah oksigen tidak berada terus menerus di markas PSC 119 tersebut.

Baca: Operasi Antik Intan 2019, Polres HST Sita 104 Butir Charnophene dan 5,78 Gram Sabu

Baca: KPU Tetapkan Syarat Bakal Calon Perseorangan di Banjarmasin, Wajib Kumpulkan Dukungan 38.003

“Rumah oksigen ini semacam alat bantu pernafasan. Alat ini bisa memproduksi oksigen sendiri. Sementara alat-alat di puskemas itu dalam bentuk tabung sifatnya konvensional. Dengan alat di rumah oksigen ini, maka petugas tak perlu beli oksigen,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved