Berita Banjarbaru

Mewaspadai Ancaman Demam Berdarah, Dinkes Banjarbaru lakukan Ini di 10 Puskesmas

Dinkes Banjarbaru mengingatkan ancaman demam berdarah ini kepada masyarakat melalui 10 puskesmas di Kota ini.

Mewaspadai Ancaman Demam Berdarah, Dinkes Banjarbaru lakukan Ini di 10 Puskesmas
net
Waspada demam berdarah

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pergantian musim kemarau ke musim penghujan, mendatangkan ancaman baru bagi warga yakni munculnya serangan penyakit demam berdarah.

Karena itu, Dinkes Banjarbaru mengingatkan ancaman demam berdarah ini kepada masyarakat melalui 10 puskesmas di Kota ini.

Plt Kepala dinas kesehatan Banjarbaru, Abu Hanifah, Minggu (3/11/2019) mengatakan sudah sedini mungkin Banjarbaru mengingatkan ancaman demam berdarah ini menyusul adanya musim hujan. Karena itu masyarakat diminta untuk mengantisipasi.

"Jadi seperti biasa terhait dengan masa musim penghujan kami selalu menggerakan masyarakat melalui puskesmas-puskesmas yang ada di lapangan, kami ada 10 puskesmas dimana mereka langsung kelapangan ini menggalakan kegiatan yang namnya 3m plus, (mengubur, menguras, menanam) terhadap sampah2 yang masih berserakan, " kata dia.

Baca: Sebelum Penemuan Mayat Tergantung, Warga Laporkan Ada Sepeda Motor Tak Bertuan

Baca: Kejurnas Angkat Besi di Lampung, Munir Dua Tahun Berturut Turut Sumbang Emas

Baca: Ratusan BPK Adu Ketangkasan di RTH Rantau Baru, Menang dan Kalah Tetap Semangat

Baca: SESAAT LAGI Link Indosiar! Live Streaming Madura United vs Persipura Liga 1 2019, Live TV Online

Dijelaskan dia, plusnya itu diantaranya kalau keluar rumah itu hendaknya menggunakan semacam alat oles di badan untuk menghindari nyamuk tidak menggigitnya.

Kemudian juga untuk para peternak, air minuman ternaknya agar selalu berganti, jangan seterusnya begitu.

"Karena akan menyangkut jadi bibit jentik-jentik, demikian juga kolam-kolam ikan, kolam renang harus dikuras paling tidak dua hari sekali harus dikuras," tandas dia.

Selain itu bak mandi di rumah masing masing disarankan untuk menguras setiap hari, agar bibit jentik tidak menjadi jentik dan itu menjadikan embrio dari nyamuk.

"Kami juga membagikan abate kepada masyarakat sekitar dalam hal itu puskesmas yang membagikan," tandasnya.

Tahun 2018, menjadi sorotan Banjarbaru karena kasus demam meski tidak paling tinggi. namun ada yang meninggal diduga karena demam.

"Ini harus kita jaga dan antisipasi," tandasnya.

Baca: Kehamilan Nagita Slavina Disebut Raffi Ahmad, Doa Ibu Aurel Hermansyah, Ashanty Diamini Ibu Rafathar

Baca: Tiga Hari Ikuti Rungkuk Meratus, Pegiaat Kebudayaan Ini Rasakan Interaksi Masyarakat Dayak Pitap

Baca: Rumah Janda Berusia 120 tahun di Banjarmasin Ambruk, Kondisinya Menyedihkan

Sementara, salah satu warga Landasan, Tamsil juga berharap tahun ini demam berdarah tak seperti tahun sebelumnya.

"Saya juga ikut mengebur kaleng kaleng bekas ini agar di rumah tidak ada air yang mengenang dan bisa menjadi sarang jentik nyamuk," kata Tamsil. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved