Berita Batola

14 Hari Gelar Operasi Zebra Intan 2019, Polres Batola Terbitkan 1.019 e-Tilang

Penertiban ribuan e-tilang tersebut selama kurun waktu 14 hari melaksanakan Operasi Kepolisian (Ops) Zebra Intan 2019, Polres Barito Kuala

14 Hari Gelar Operasi Zebra Intan 2019, Polres Batola Terbitkan 1.019 e-Tilang
banjarmasin post group/ edi nugroho
RAZIA pola sidang di tempat pada razia zebra Intan 2019 belum lama ini di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti kawasan Simpang Serapat, Kecamatan Alalak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - POLRES Batola menerbitkan sebanyak 1.019 E-Tilang, kepada pengendara yang melintas di sejumlah ruas jalan di wilayah hukum setempat.

Penertiban ribuan e-tilang tersebut selama kurun waktu 14 hari melaksanakan Operasi Kepolisian (Ops) Zebra Intan 2019, Polres Barito Kuala

“Dibanding tahun 2018, tilang sebanyak 561, teguran 175 atau jumlah keseluruhan 736 pelanggar lalin tahun itu. Sementara di Tahun 2019, Ops Zebra Intan Polres Batola terbitkan 1019 E-Tilang, 323 surat teguran, total seluruhnya 1.342 buah,” kata Kapolres Barito Kuala AKBP Bagus Suseno SIK MH, melalui Kasat Lantas Polres Batola AKP Faisal Ami Nasution, Kamis (7/11/19).

Dijelaskan Faisal, ada selisih trend sekitar 458 ada kenaikan sekitar 82 persen penerbitan E-Tilang, untuk surat teguran Tahun 2019 ini ada kenaikan sekitar 85 persen atau 148 teguran, total 606 perkara atau sekitar 82 persen.

Pelanggar Lalu Lintas di Wilayah Batola Bisa Dikenakan Sanksi Denda Rp 1 Juta

DLH Tabalong Tunjuk Petugas Pemilah dan Pencatat Sampah di Setiap TPS

Keberatan Ayu Ting Ting Saat Putri Enji Baskoro, Bilqis Khumaira Minta Ini di Hari Ulang Tahunnya

Ditambahkannya, di tahun sebelumnya total seluruhnya ada 736, dalam bentuk tilang 561 dan bentuk teguran 175, itu semua bedasarkan data pelanggaran lalulintas selama Ops Zebra Intan 2019.

“Untuk data laka saat Ops Zebra Intan 2019, sama sekali tidak terjadi laka lantas, dibanding dengan Ops Zebra Intan 2018, terdata satu kejadian laka lantas, dengan luka berat satu orang dan luka ringan dua orang atau turun 100 persen, kerugian materiil Rp200,” tegas Faisal.

Menurut Faisal, pelanggaran ditemukan tidak menggunakan helm SNI ada 273 pelanggar lalin, melawan arus 14, pengendara dibawah umur 171 kasus, kelengkapan surat menyurat 369 kasus, dan lain – lain 101, total pelanggran 982, naik sekitar 110 persen.

Ditambahkannya, dibanding Tahun 2018, yang hanya 429 pelanggar lalin, tidak pakai helm SNI 244 kasus, melawan arus 13 kasus, lain – lain 171 kasus, pelanggaran tidak lengkap surat menyurat 41 kasus, tidak gunakan sabuk pengaman (gun safety belt) ada 91 kasus di tahun 2018.

Tahun 2019, tidak gunakan sabuk pengaman (gun safety belt) ada 41 kasus, muatan berlebih 41 kasus, lain – lain dan surat menyurat 18 kasus, jumlah 101 kasus, barang bukti di sita saat Ops Zebra Intan 2019, SIM 167, STNK 643 kasus, kendaraan 159 kasus, total pelanggaran 969, di tahun 2018, SIM 176, STNK 354, kendaraan 31 total kasus 561 kasus,” tegas Faisal.

Sementara itu pelanggar lalulintas di wilayah hukum Polres Batola bisa dikenakan denda maksimal atau tertinggi sesuai UU lalulintas pasal 281 , seperti tidak punya SIMRp1 juta denda maksimal atau pidan kurungan empat bulan.

PT UBJ Harap Kesejahteraan Warga Meningkat, Gelar Penyuluhan Pertanian dan Sosialisasi Pupuk Organik

20 SMK Menerima Dana Bantuan Dana Pendidikan dari Program Kelas Adira Finance

“Variasi pelanggarannya itu acuannya UU lalulintas, tertinggi seperti tidak punya SIM pasal 281 Rp1 juta denda maksimal,” tegas Zainul Hakim Zainuddin SH, MH, hakim pengadilan negeri Marabahan yang sering memutus kesalahan pelanggar lalulintas pada razia sidang di tempat.

Menurutnya, banyak variasi pelanggaran lalulintas, yakni saat berkendara itu tak punya surat izin mengemudi (SIM), tak membawa Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK), dan untuk roda empat pengemudinya tidak membawa sabuk pengaman.

Untuk memutus hukuman para pelanggar lalulintas, sambung Zainul, jangan terlalu mahal dan menyesuaikan kondisi sehingga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat dan efek jera. Razia sidang di tempat juga sebagai edukasi agar sebelum baik sepeda motor itu harus lengkap surat-suratnya, yakni SIM dan STNK. (ogi)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved