Berita Banjarmasin

Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin Kekurangan Kepala Sekolah, Totok : Awal 2020  Segera Dilantik

Sekolah Dasar di Banjarmasin Kekurangan Kepala Sekolah, Totok : Awal 2020  Segera Dilantik

Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin Kekurangan Kepala Sekolah, Totok : Awal 2020  Segera Dilantik
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Disdik Kota Banjarmasin Totok Daryanto 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sedikitnya 47 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Banjarmasin, saat ini diperkirakan masih tidak memiliki kepala sekolah.

Diisi oleh pelaksana tugas atau biasanya disebut Plt, namun kabar baiknya lagi jabatan tersebut juga akan segera diisi kembali kepala sekolah sesungguhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto pun tidak menampik hal itu.

Ia mengatakan dari 38 calon kepala sekolah yang mengikuti pendidikan tersebut, 27 diantaranya adalah untuk sekolah dasar.

"Sedangkan sisanya adalah calon kepala sekolah SMP. Sehingga mudah-mudahan jika di akhir November ini ada keputusan, pada awal 2020 pun mereka bisa segera kita lantik mengisi kekosongan yang ada," jelasnya.

Temui Warga Pampanan, Pertamina Minta Warga Laporkan Kerugian dari Semburan Gas Bercampur Minyak

Tangis Orang Dekat Ashanty Pecah! Doa Ayah Aurel Hermansyah, Anang Saat Sang Istri Tergolek Lemah

Niat Sule Lamar Ayu Ting Ting Terbongkar, Mantan Shaheer Sheikh Pilih Pria Ini, Bukan Robby Purba!

Meskipun tambah Totok lagi jika dibandingkan dengan total keperluan kepala sekolah di tingkat SDN saat ini, jumlah tersebut sebetulnya masih kurang atau sebanyak 20 orang.

Untuk itu demi mengisi kekosongan tersebut tentunya Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin pun tidak tinggal diam. Ia berencana seleksi calon kepala sekolah tetap akan dilaksanakan pada 2020 mendatang ke depan.

"Iya pasti, karena untuk SDN tentunya masih kurang sekitar 20-an. Sedangkan untuk SMP, saya rasa sudah cukup," jelasnya.

Totok juga tidak memungkiri sebetulnya jika melihat pendaftar calon kepala sekolah pada 2019 tadi lalu cukup banyak atau sekitar 60 orang. Namun banyaknya yang justru tidak lulus pada tahapan seleksi sehingga kini hanya tersisa 27 calon kepala sekolah yang menjalani pendidikan.

"Iya kemarin banyak (daftar, red). Tapi karena tahapannya juga banyak, ada tes tertulis, psikologi dan wawancara. Tapi saya rasa untuk tes tertulis mereka rata-rata bagus. Cuman pada tes wawancara dan psikologis, ini yang mungkin yang mungkin perlu persiapan lebih lagi," tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved