Public Services

Objek Wisata Candi Agung Hulu Sungai Utara Penuh PKL dan Terkesan Kumuh

Kepada Bupati HSU H Abdul Wahid HK. Bapak merupakan Bupati ke-3 yang tidak mampu mengatasi para pedagang di objek wisata Candi Agung.

Objek Wisata Candi Agung Hulu Sungai Utara Penuh PKL dan Terkesan Kumuh
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Pasar dadakan Candi Agung buka sejak pukul 06.00 WITA dan mulai tutup pada pukul 13.00 WITA 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kepada Bupati HSU H Abdul Wahid HK. Bapak merupakan Bupati ke-3 yang tidak mampu mengatasi para pedagang di objek wisata Candi Agung. Coba Bapak amati di depan pagar Candi Agung berjejer warung-warung tenda, bahkan di depan pintu masuk, di tepi jalan para pedagang kue dan kembang ziarah serta minuman berjejer menutup akses ke luar masuk parkir.

Sementara kios khusus disamping kompleks candi yang dibuatkan pemerintah pusat dari uang APBN terkesan mubazir. Di belakang bangunan utama Candi Agung pun warung-warung tenda juga ada, sehingga kalau dilihat dari jauh seperti pemukiman kumuh.

Ini sudah berlangsung lama, 3 bupati menjabat termasuk Bapak Bupati Wahid. Yang saya bingung, Satpol PP tidak bertindak apa-apa.

Bapak bupati, Candi Agung juga sering dikunjungi para pejabat luar daerah, apa kata mereka melihat Candi Agung yang semrawut dan kumuh. Harus bapak ingat, Candi Agung itu cikal bakalnya Kerajaan Banjar yang terkenal itu, yang saat ini raja Banjarnya Pangeran H. Khairul Saleh.

Juga harus diingat bahwa, Candi Agung itu serambi depannya HSU, orang melihat HSU dari serambi depanya, dan Candi Agung sering dikunjungi oleh masyarakat umum, pejabat luar daerah bahkan pejabat dari pusat juga sering datang. 08981336246

Banjarmasin Post edisi Rabu (20/11/2019).
Banjarmasin Post edisi Rabu (20/11/2019). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

TANGGAPAN:
SEBELUMNYA kami ucapkan terima kasih atas saran/masukan yang konstruktif terkait dengan permasalahan penataan PKL di kawasan Objek Wisata Candi Agung. Pada dasarnya terkait dengan masalah ini, kami sudah melakukan berbagai upaya preventif secara bertahap untuk penataan dan ketertiban PKL di Kawasan Objek Wisata tersebut dengan harapan para PKL memiliki kesadaran untuk mentaati dan mengindahkan aturan yang sudah ada.

Upaya tersebut adalah; Pertama, memberikan himbauan tentang pelarangan berjualan dan mendirikan bangunan (kios/warung) di lingkungan Obyek Wisata Candi Agung; Kedua, memberikan imbauan agar menempati kios-kios yang sudah disiapkan.

Ketiga, melakukan pendekatan persuasif dengan PKL (secara individu). Keempat, mengadakan pertemuan dengan PKL baik yang berjualan di dalam ataupun di luar obyek wisata. Kelima, memberikan teguran secara lisan.

Disamping itu, kami sebenarnya juga sedang melakukan pembenahan dan penataan manajemen secara komprehensif dan representatif kawasan Objek Wisata Candi Agung, seperti pintu masuk dan pintu ke luar objek wisata tidak lagi satu pintu. Dalam hal ini pintu ke luar akan dibuat dan diusahakan melewati kios-kios yang sudah ada, sehingga bisa dilewati dan dikunjungi oleh pengunjung/peziarah objek wisata.

Ke depan sebagai tindak lanjut dari upaya preventif secara bertahap ini, kita juga akan melakukan penertiban dan tindakan tegas bagi PKL yang tidak mentaati aturan serta tidak mengindahkan berbagai upaya preventif yang sudah dilakukan. Terima Kasih.

H ABDUL WAHID HK, Bupati Hulu Sungai Utara

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved