Berita Tapin

Terima Penghargaan 35 Tahun Guru Honorer TK, Lamsiah Pernah Digaji Rp 5000 Perbulan

Lamsiah, guru taman kanak-kanak (TK) Mawar di Kelurahan Tambaranganmenerima penghargaan atas pengabdiannya selama 35 tahun sebagai guru honorer.

Terima Penghargaan 35 Tahun Guru Honorer TK, Lamsiah Pernah Digaji Rp 5000 Perbulan
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Bupati Tapin HM Arifin Arpan menyerahkan bingkisan atas pengabdian para guru saat peringatan HUT ke 73 PGRI dan Hari Guru Nasional di Lapangan Dwi Dharma Rantau, Senin (25/11/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Lamsiah, guru taman kanak-kanak (TK) Mawar di Kelurahan Tambarangan, Kecamatan Tapin Selatan, menerima penghargaan atas pengabdiannya selama 35 tahun sebagai guru honorer.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan yang memberikan penghargaan itu dalam peringatan HUT ke 74 PGRI dan Hari Guru Nasional 2019 di Lapangan Dwi Dharma Rantau, Senin (26/11/2019).

Ada beberapa guru lainnya yang juga menerima penghargaan sesuai kategori penilaian dari organisasi PGRI Cabang Kabupaten Tapin, termasuk beasiswa yang diserahkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapin.

Usai menerima penghargaan dan bingkisan yang diserahkan Bupati Tapin HM Arifin Arpan, Lamsiah mengaku senang dan bangga.

Mulan Jameela Menagis Saat Bahas Hijrah, Istri Ahmad Dhani Ingat Hal Ini

NEWSVIDEO : Berharap Panjang Umur Nenek 94 Tahun Ikut Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah

Korban Kecelakaan di Maburai Murung Pudak Tabalong Alami Lebam di Dada dan Perut

Pendaftaran CPNS Besok Ditutup, Dua Formasi Ini di Kotabaru Masih Belum Ada Pelamar

Senang karena pengabdiannya berbuah penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Tapin. Ia mengaku mengajar sebagai guru TK Mawar dan tidak pernah pindah-pindah.

Murid TK yang diajarkan kini ada yang sudah menjadi guru TK mengikuti jejaknya dan ada yang berprofesi lainnya.

"Saya mengajar dari gaji Rp 5000 per bulan hingga kini, tidak pernah pindah tetap di TK Mawar. Saya pernah ikut ujian masuk CPNS tapi tidak lulus," katanya.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan yang membacakan sambutan Menteri Pendidikan Republik Indonesia, berharap guru melakukan inovasi pembelajaran.

Inovasi itu tidak harus belajar dan mengajar itu di dalam ruang kelas saja. Guru dituntut memberi tauladan menanam pohon dan menjaga lingkungan agar tetap bersih.

LINK Live Streaming RCTI Indonesian Idol 2019, Siaran Langsung Spektakuler Show Top 14 Cek TV Online

Klaim JKK Capai 12 Miliar, BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Upayakan Proses Klaim Cepat

Kronologi Kecelakaan Maut di Maburai Murung Pudak Tabalong, Diduga Korban Mencoba Menyalip Mobil

Bupati meminta para guru agar bersama Pemerintah Kabupaten Tapin mencegah stunting di 10 lokasi fokus. Pemerintah Kabupaten Tapin, ungkap Bupati menganggarkan biaya Rp 18 miliar agar anak bebas dari stunting.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Hj Ahlul Jannah berharap guru yang mendapat sertifikasi agar menggunakan dana sertifikasi itu membeli laptop dan handphone android untuk menunjang pembelajaran dan tidak gagap teknologi. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved