Berita Tabalong

Dukung Tabalong Smart City, Dinas Kominfo Pasang Internet di Desa Tak Berjaringan

Dinas Kominfo Kabupaten Tabalong memiliki program smart village yang memberikan layanan internet ke desa secara gratis.

Dukung Tabalong Smart City, Dinas Kominfo Pasang Internet di Desa Tak Berjaringan
Istimewa
Dukung Tabalong Smart City, Dinas Kominfo Pasang Internet di Desa Tak Berjaringan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Saat ini masih ada desa di Kabupaten Tabalong yang masih belum bisa mengakses internet menggunakan paket data dari provider.

Hal ini dikarenakan tidak terjangkau oleh jaringan internet. Padahal saat ini sebagian data

Tabalong Smart City tidak lepas dengan majunya teknologi di kabupaten yang kini berusia 54 tahun, bukan hanya di pusat kota melainkan merata hingga ke tingkat desa.

Dinas Kominfo Kabupaten Tabalong memiliki program smart village yang memberikan layanan internet ke desa secara gratis.

Ekskavator Terbalik saat Bongkar Bangunan di Oprit Jembatan Sulawesi II, Bagini Nasib Operatornya

Dicoret Dewan, Penambahan Armada Angkutan Pelajar Kota Banjarmasin di 2020 Terancam Batal

PAN Kalsel Bakal Usung Calon Sendiri di Pilkada Banjarmasin 2020, Muhidin Sebut Nama Fajar Desira

Pemberian bantuan ini dikhususkan untuk desa yang masih belum terjadap jaringan internet, pihak desa mengajukan permohonan pemasangan penangkap jaringan. Dengan menyiapkan tiang yang menggunakan dana desa.

Tiang yang telah dipasang oleh pihak desa ini akan dipasang alat penangkap signal oleh Diskominfo Tabalong. Jaringan yang digunakan menggunakan radio. Sebelum dilakukan pemasangan terlebih dulu melakukan peninjauan langsung.

Desa yang sudah mendapatkan bantuan program smart village adalah Desa Santuun, Pasar Panas, Manduin, Murung Karangan, Mantuil, Harus, Masukai, Lokbatu dan Masingai.

Pusat internet ini dipasang di layanan seperti kantor desa, sekolah, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Puskesmas.

“16 Puskesmas telah terhubung internet, dan 24 ruang terbuka hijau yang telah terdapat internet gratis. Untuk di RTH dibatasi hingga pukul 21.00 Wita dan terbatas situsnya untuk menghindari membuka situs dan konten terlarang,” ujar Kasi E-Goverment M Zainani.

Diskominfo juga bekerjasama dengan operator seluler untuk pemasangan Base Transceiver Station (BTS) atau menara pemancar di wilayah blank spot atau area yang tidak bersignal samasekali.

Pemasangan BTS ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat dan telah terlaksana di Desa Kumap, Purui, Salikung, Binjai, Panaan, Hegarmana dan Dambung. (banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rahmadhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved