Berita Kotabaru

Dilaporkan Selewengkan Dana Desa, Begini Penjelasan Kades Bekambit Kampung Kotabaru

Kepala Desa Bakambit Kampung, Zulkifli membantah semua tuduhan dugaan penyalahgunaan dana desa yang dilaporkan anggota BPD setempat.

Dilaporkan Selewengkan Dana Desa, Begini Penjelasan Kades Bekambit Kampung Kotabaru
istimewa/BPD
Pekerjaan Paving Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Terkait adanya informasi dugaan penyalahgunaan dana yang dilaporkan anggota BPD Desa Bekambit Kampung kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru, ditanggapi Kepala Desanya.

Laporan dituduhkan anggota BPD, Mahdarita Mahyuni kepada Kepala Desa, Zulkifli, yang telah diduganya menyalahgunakan anggaran hingga sekitar Rp 300 jutaan di beberapa proyek desa.

Dia melaporkan kepala desa ke Kejaksaan Negeri Kotabaru dan Polres Kotabaru.

Bahkan, dirinya mengaku tidak pernah dilibatkan saat rapat dan tidak terbuka soal penggunaaan anggaran desa. Penggunaan dana desa tidak sesui dengan RAB.

Kepala Desa Bekambit Kampung, Zulkifli, Kamis (5/12/19) membantah semua itu. Dia mengatakan laporan yang dituduhkan anggota BPD tersebut semuanya salah.

Pertemuan Irish Bella dengan Gurunya Bikin Ammar Zoni Merinding, Alasannya?

Menuju Haul ke-15 Guru Sekumpul, Dinas PUPR Banjar Normalisasi Akses Jalan hingga Drainase

Mercure Banjarmasin Sajikan Mantau Buah Naga Sapi Lada Hitam, Harganya Ekonomis

Kembali ke Banua, Eks Pemain Barito Putera Dedi Hartono Janjikan ini ke Semen Padang

Dia menyebutkan setiap ada rapat selalu ada undangan namun, pelapor tidak pernah datang atau hadir cuma sebentar.

"UndangaN selalu kami bagikan kok, dan diterima. Dan ada yang menerima, " tegasnya.

Terkait masalah pemasangan paving blok di halaman kantor desa, memang berlebihan banyak. Ada konsultannya dan ternyata materialnya sangat berlebihan dan banyak sekali.

" Nah lebihan itu, kita sempat bingung kok bisa berlebihan seperti itu. Nah disitu lah kami koordinasi dan musyawarahkan bersama masyarakat dan tokoh agama, bagaimana solusinya karena ternyata masjid juga memerlukan itu dan akhirnya diputuskan untuk dialihkan ke pemasangan paving masjid, " katanya.

Namun, pemasangan itu ternyata salah. Sebab pemasangan itu diluar perencanaan dan tidak masuk perencanaan sehingga dinyatakan salah oleh inspektorat. Sebab itu, dia melakukan pengembalian dana desa yang totalnya Rp 58 juta ke khas bendahara.

Psikolog untuk Betrand Peto Disediakan Ruben Onsu, Suami Sarwendah Ungkap Soal Karakter Putranya

Kemunculan Ifan Seventeen di Ultah Nella Kharisma Disorot, Bagaimana Suami Rival Via Vallen Itu?

Honorarium Tenaga Ad Hoc Pada Pilkada 2020 Naik Dibanding Pemilu 2019

Sementara, informasi penggunaan dana desa yang melibatkan alat perusahaan adalah untuk penggalian parit. Memang meminjam alat perusahaan, dan desa hanya mengisi BBMnya saja. Namun ada juga yang dikerjakan warga dan ada penerimanya.

"Jadi ini yang dituduhkan, salah. Kami terbuka kok soal dana desa," katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved