Kalselpedia

Kalselpedia: Pertanian Terpadu Tanpa Limbah

Sistem Pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait

Tayang:
Penulis: Edi Nugroho | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.co.id/edi nugroho
Panen perdana bersama padi dengan Combine Harvester atau mesin pemanenan, perontokan dan pembersihan padi di lokasi Demfarm Serasi (Selamatkan rawa sejahtera petani) Badan Litnbang Pertanian, Rabu (6/11/19) siang di Desa Jejangkit Muara, Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sistem Pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan, sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta pengembangan desa secara terpadu.

Diharapkan kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang petani berupa pangan, sandang dan papan akan tercukupi dengan sistem pertanian ini.

Dengan kata lain, sistem pertanian terpadu merupakan satu sistem yang menggunakan ulang dan mendaur ulang menggunakan tanaman dan hewan sebagai mitra, menciptakan suatu ekosistem yang meniru cara alam bekerja.

Pertanian pada hakekatnya merupakan pertanian yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya sehingga aliran nutrisi (unsur hara) dan energi terjadi secara seimbang.

Kalselpedia: Sejarah Berdirinya Damkar Martim

Kalselpedia : Mengenal Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Batola

KalselPedia: Dinas Satpol PP dan Damkar Tapin

Keseimbangan inilah yang akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan keberlanjutan produksi yang terjaga secara efektif dan efisien.

Desa Jejangkit, Kabupaten Batola sempat terkenal saat ada momen Hari Pangan se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, pada 18 sampai 21 Oktober 2018 silam.

Kini salah satu kawasan pertanian di desa setempat dijadikan kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah (zero waste integrated planing) oleh kelompok tani Karya Membangun binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola.

Aktivitas dalam zero waste integrated planing ini berupa pemanfaatan sisa dari limbah hasil panen untuk dijadikan bahan organik.

Untuk mengembalikan kesuburan tanah di kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini jerami padi bisa dijakkan sebagai baham untuk menjadi pupuk organik.

Selain itu di kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah juga ada aktivitas pemeliharaan ternak seperti ayam.

Di bawah kandang ayam itu ada kolam ikan sehingga sisa makan ternak pun jadi sumber pakan ikan.

Sementara kotoran ternaknya bisa dijadikan bahan baku untuk mengolah pupuk organik.

Itulah alur kerjanya pada umumnya.

Kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini hampir sama dengan pengelolaan lahan pertanian konvensional.

Salah satu bedanya hanya di sini ada pemanfaatan sisa-sisa limbah hasil pertanian dijadikan bahan yang memberikan nilai tambah sehingga dalam proses pertanian tersebut tidak ada yang terbuang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved