Kalselpedia
Kalselpedia: Pertanian Terpadu Tanpa Limbah
Sistem Pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait
Penulis: Edi Nugroho | Editor: Eka Dinayanti
Untuk sementara kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah dijalankan di Desa Jejangkit Muara.
Selanjutnya akan menyusul daerah lain seperti Desa Danau Karya Anjir Pasar.
Dalam konsep kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini memadukan semua sektor pertanian seperti peternakan dan perikanan.
Pestisida pertanian pun dibuat dari sekam, sisa-sisa kayu pertanian seperti kayu galam hingga tempurung kelapa.
Bahkan, kedepok pisang pun bisa dijadikan untuk pakan ternak itik.
Di kawasan pertanian terpadu sudah ditebar 1.000 ekor lele.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola menyiapkan drum untuk pengolahan pestisida dari bahan limbah.
Limbah sekam dan tempurung kelapa dibakar, lalu disuling dan cairannya dari hasil penyulingan itu dipakai untuk bahan pestisida alami sayuran.
Kini untuk pestisida sayuran tak perlu lagi memakai bahan kimia.
Pola kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini untuk membuat efisien biaya pertanian.
Petani diharapkan tidak lagi menggunakan lagi pupuk kimia atau pun pupuk subsidi.
Untuk tanah tidak menggunakan kapur, tapi pembenah tanah yang berfungsi untuk meningkatkan PH tanah.
Salah satu kendala dalam pengembangan Kawasan percontohan pertanian terpadu tanpa limbah ini tidak menggunakan herbisida sehingga gulma lebih cepat tumbuh subur.
Salah satu faktornya, jarak tanam tidak sempurna.
(banjarmasinpost.co.id/ogi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/panen-perdana-bersama-padi-dengan-combine-harvester.jpg)