Berita Banjarmasin

DPRD Kalsel Minta Bantuan Kementrian ESDM, Terkait Klaim Asuransi Perbaiki Jembatan Rumpiang

Komisi III DPRD Provinsi Kalsel yang membidangi pembangunan dan infrastruktur pastikan pembangunan fender Jembatan Rumpiang

DPRD Kalsel Minta Bantuan Kementrian ESDM, Terkait Klaim Asuransi Perbaiki Jembatan Rumpiang
banjarmasinpost,co.id/ achmad maudhody
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Sahrujani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi III DPRD Provinsi Kalsel yang membidangi pembangunan dan infrastruktur pastikan pembangunan fender Jembatan Rumpiang di Kabupaten Barito Kuala (Batola) akan dimulai Tahun 2020 ini.

Kepastian tersebut didapatkan setelah Rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kalsel konsultasikan hal tersebut ke Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta pada minggu kedua Januari 2020 lalu.

Dijelaskan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H Sahrujani, dari komunikasinya dengan pihak Kementrian, pembangunan fender Jembatan Rumpiang yang sempat rusak karena tertabrak kapal pengangkut batubara sepenuhnya akan ditanggung pihak asuransi.

Upaya mendapatkan bantuan komunikasi dari Kementrian ESDM terkait kepastian klaim asuransi tersebut menurutnya memang dilakukan karena pihak Kementrian ESDM merupakan pihak yang mengeluarkan izin terkait operasional perusahaan pertambangan yang terlibat insiden yang sebabkan kerusakan pada fender jembatan.

Pemkab Batola Minta Lokasi Baru Ratusan PKL Handil Bakti Lebih Dulu Dilebarkan

Jelang Haul ke-15 Guru Sekumpul, Kayu Bakar Didistribusikan ke Posko Dapur Umum

Ulah Syahnaz & Jeje Tempati Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina Pasca Lahiran Berujung Masalah

Tubuh Montok Syahrini Saat Liburan di Los Angeles Disorot, Istri Reino Barack Pamer Ini Pagi Hari

Menurutnya, proses klaim atas kecelakaan yang terjadi di Sungai Barito, Kabupaten Batola tersebut ditargetkan akan selesai di Bulan Januari 2020 ini.

Walau belum mendapat angka pasti berapa besaran klaim yang akan didapat dari pihak asuransi, namun H Sahrujani memperkirakan besaran dana yang dibutuhkan untuk membangun fender Jembatan Rumpiang sebesar kurang lebih Rp 6 miliar hingga Rp 7 miliar.

"Kalau dilihat dari biaya angka membangunnya sekitar Rp 6 miliar sampai Rp 7 miliar," kata H Sahrujani.

Sebelumnya, fender di salah satu sisi Jembatan Rumpiang sempat rusak karena adanya insiden tertabraknya fender oleh kapal pengangkut batubara pada Bulan September 2019 lalu.

Posisi Jembatan Rumpiang di Sungai Barito memang menjadi kawasan yang menjadi jalur rutin lalu-lalang angkutan batubara di Kalsel.

Untuk memberikan proteksi terhadap Jembatan Rumpiang maupun jembatan lain yang juga berada di jalur angkutan batubara, Komisi III DPRD Kalsel akan inisiasi Perda untuk lindungi aset vital di daerah.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved