Tajuk

Mendata Indonesia Lewat Sensus Penduduk 2020

DI periode awal tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejarah baru dalam pendataan penduduk di Indonesia. Dalam Sensus Penduduk 2020

Mendata Indonesia Lewat Sensus Penduduk 2020
KOMPAS.com/AKbar Bhayu Tamtomo
Tahapan Sensus Penduduk 2020 

BANJARMASINPOST.CO.ID - DI periode awal tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejarah baru dalam pendataan penduduk di Indonesia. Dalam Sensus Penduduk 2020 (SP2020), BPS memperkenalkan pencatatan secara online yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat Indonesia.

Sensus ini untuk merumuskan, melaksanakan dan memantau kebijakan dan program pengembangan sosial ekonomi inklusif dan kelestarian lingkungan. Selain itu pengukuran kemajuan 2030 untuk sustainable development goals.

SP2020 menjadi sensus penduduk pertama Indonesia yang memanfaatkan data registrasi penduduk. BPS menyebut upaya ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan satu data kependudukan Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto, mengaku telah mendapat respons lebih dari 568 ribu orang dalam kurun dua hari sejak diluncurkan.

Pengumpulan data sensus ditarget rampung kurang dari setahun. Mulai tahap awal dicanangkan 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Lalu tahap kedua dijadwalkan mulai Juli 2020.

Suhariyanto menyebut sensus secara digital akan mengurangi pengeluaran pemerintah dengan penghematan apabila diimplementasi lebih lanjut. Tetapi, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, merasa pemerintah perlu mengkaji penerapan sensus online lebih matang.

Banjarmasin Post edisi Kamis (20/2/2020).
Banjarmasin Post edisi Kamis (20/2/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Menurutnya, saat ini masih terdapat ketimpangan pengguna internet tak merata di seluruh wilayah Indonesia, khususnya wilayah Timur Indonesia. Yusuf khawatir program pendaftaran mandiri secara online berpotensi tidak efektif di beberapa wilayah.

Kita tentu sependapat dengan hal ini. Sebab, akses internet saat ini masih terbatas di sejumlah daerah. Di Kalsel, warga yang tinggal di daerah pelosok, misalnya, juga masih sulit mengakses internet.

Namun, langkah pemerintah melakukan efisiensi survei dengan menggunakan teknologi tetap patut diapresiasi. Kendati begitu, seperti kata Yusuf, pemerintah harus bisa meyakinkan sensus tersebut bakal diimplementasikan secara baik dan terukur, dari sisi teknis maupun dampak ekonomis yang diberikan. Sebab, sensus penduduk akan sangat berperan besar dalam strategi implementasi kebijakan perekonomian dalam negeri. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved