BPost Cetak

RUU Omnibus Law Didemo, Mahasiswa Tolak Masuk Kantor DPRD Kalsel

Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Didemo, Mahasiswa Tolak Masuk Kantor DPRD Kalsel

RUU Omnibus Law Didemo, Mahasiswa Tolak Masuk Kantor DPRD Kalsel
Capture Youtube BPost
Mahasiswa Suarakan Penolakan RUU Omnibus Law Klaster Cipta Lapangan Kerja saat demo di DPRD Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kantor DPRD Provinsi Kalsel kembali menjadi sasaran  aksi demo mahasiswa, Senin (24/2/2020). Kali ini aksi dilancarkan massa yang mengatasnamakan diri Fraksi Rakyat Kalsel.

Didominasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel, pengunjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

RUU yang diajukan Pemerintah Presiden Joko Widodo ke DPR itu juga didemo anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kalsel pada Rabu (19/2./2020).

Dikawal polisi, demonstran membentangkan spanduk protes dan berorasi menggunakan pengeras suara. Rombongan pengunjuk rasa tertahan di Jalan Lambung Mangkurat beberapa meter dari gedung dewan.

Pengusaha Karaoke Nego Petugas Royalti, Penarikan 2019 Capai Rp 90 Miliar

Operasional Air Mancur Menari Taman Kamboja Banjarmasin Bisa Capai Rp 300 Ribu Per Jam

Komentar Syahrini Saat Program Bayi Tabung Zaskia Sungkar & Irwansyah Batal di Belanda, Singkat!

Pengaruh Betrand Peto ke Thalia buat Ruben Onsu Menangis, Suami Sarwendah Singgung Perpisahan

Massa menolak mengirimkan perwakilan untuk masuk dan berdiskusi dengan anggota dewan. Mereka ingin seluruh pengunjuk rasa masuk. Hal ini sempat memicu perdebatan antara pengunjuk rasa dan anggota dewan. Keinginan mahasiswa juga ditolak polisi. Apalagi di gedung dewan sedang berlangsung rapat paripurna.

Demonstran pun bertahan menggelar aksi di Jalan Lambung Mangkurat. Mereka menggelar spanduk protes di jalan.

Pengunjuk rasa kemudian ditemui oleh Ketua Komisi IV, HM Lutfi Saifuddin, Ketua Komisi I, Hj Rachmah Noorlias, Ketua Komisi III, H Sahrujani dan beberapa anggota lainnya. Dalam pertemuan, pengunjuk rasa membacakan sejumlah tuntutan di antaranya mendesak DPRD Kalsel ikut menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang dibuktikan dengan surat keputusan.

Mereka juga mendesak pemerintah membuka partisipasi aktif masyarakat sipil dalam setiap penyusunan kebijakan

“Fraksi Rakyat Kalsel menolak secara penuh RUU Omnibus Law yang tidak pro terhadap Rakyat dan siap kembali turun ke jalan dengan massa lebih besar jika pembahasan RUU tersebut tetap dilanjutkan,” kata salah satu orator.

Mewakili anggota dewan, Luthfi Saifuddin mengakomodasi keinginan pengunjuk rasa agar DPRD Provinsi Kalsel membuat surat resmi yang menyatakan penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Lutfi juga bersedia memenuhi permintaan pengunjuk rasa yang meminta bukti video penyampaian sikap DPRD Kalsel atas penolakan RUU saat bertemu dengan DPR RI di Jakarta.

Sambil lesehan di jalan beralaskan spanduk bersama pengunjuk rasa, Lutfi menjelaskan pada dasarnya seluruh anggota DPRD Kalsel menolak RUU tersebut. Hal itu juga sudah disampaikan Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, saat menerima aspirasi para buruh Kalsel.

BPost Edisi Selasa (25/2/2020).
BPost Edisi Selasa (25/2/2020). (BPost Cetak)

Bukan cuma setuju, Lutfi juga mengaku mendapati banyak pasal di RUU Omnibus Law yang berpotensi merugikan pekerja dan lebih menguntungkan pengusaha.

“Kami sudah menyatakan menolak saat audiensi dengan para buruh. Kita satu perjuangan DPRD Kalsel dengan masyarakat. Kami dari DPRD Kalsel juga menolak dengan keras terhadap RUU ini,” kata Luthfi.

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan dalam Bahasa Latin, Arab dan Artinya Jelang Ramadhan 2020

Operasi Jaran Intan di HSU Amankan 9 Tersangka, Polres HSU Ungkap Delapan Kasus Curanmor

Satreskrim Polresta Banjarmasin Terima Pelimpahan Kasus Dugaan Pembuatan Tiktok Adegan Mesum

Luthfi berjanji pada awal Maret 2020 menyuarakan tuntutan tersebut ke DPR RI dimana RUU Omnibus Law saat ini masuk dalam tahap pembahasan.

Setelah kurang lebih dua jam menggelar aksi, pengunjuk rasa dengan tertib membubarkan diri setelah anggota dewan setuju menandatangani surat tuntutan dari pengunjuk rasa. (acm)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved