Berita Banjar

VIDEO Ditengah Keterbatasan Penglihatan, Begini Talenta Unik Penghuni PSBN Fajar Harapan Banjar

Ditengah Keterbatasan Penglihatan, Begini Talenta Unik Penghuni PSBN Fajar Harapan Banjar

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kertas bekas memang tak berguna bagi umumnya orang. Tapi, menjadi teramat bermanfaat bagi seorang Rizali, pelajar Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Martapura.

Penghuni Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Fajar Harapan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ini hobi 'sobek-sobek' kertas. Namun bukan asal sobek, tapi sobekan khusus yang mampu menghasilkan karya seni ciamik.

Bentuknya berupa aneka gambar seperti tokoh-tokoh di film kartun, orang terdekat maupun publik figur lainnya. Ada juga ragam hewan seperti kupu-kupu atau aneka tumbuhan seperti bunga. Ada juga yang berupa topeng.

Sulung dari tiga bersaudara yang berasal dari Kalua, Kabupaten Tabalong, ini tak memerlukan alat bantu apa pun. Art paper-nya itu ia bikin hanya mengandalkan jemari dan sisa-sisa penglihatannya.

Lagi, Pencuri Sikat Sembilan Meteran Air PDAM di Banjarmasin, Terjadi Selama Empat Hari

VIDEO Siswa Balai Latihan Kerja Kalimantan Selatan di Banjarbaru Cetak Ribuan Masker

Yuni Shara Lakukan Hal Seru Ini untuk Putuskan Mata Rantai Virus Corona, Krisdayanti - Raul Lemos?

Lagi, Pencuri Sikat Sembilan Meteran Air PDAM di Banjarmasin, Terjadi Selama Empat Hari

PSBN Fajar Harapan/SLBN 3 Martapura adalah tempat pembinaan para penyandang tunanetra. Rizali tunanetra kategori low vision, artinya masih ada sedikit penglihatan.

Mata kirinya buta total, sedangkan mata kanannya masih bisa melihat meski samar. Karena itu saat chatting di android, ia mesti mendekatkan gawainya mendekati mata hingga hanya berjarak sekitar empat atau lima sentimeter.

Bahan art paper yang digunakan Rizali hampir semua jenis kertas. Terpenting tipis seperti jenis HVS sehingga mudah disobek dengan jemari.

"Sering juga saya menggunakan kertas bekas seperti koran yang sudah tak dibaca lagi," ucap Rizali beberapa hari lalu.

Ia sangat cekatan menyulap kertas menjadi serupa tokoh-tokoh kartun, bunga, binatang, topeng, atau lainnya. Rata-rata cuma sekitar lima hingga sepuluh menit.

Lama waktu tergantung banyak sedikitnya sobekan (pelubangan) yang dilakukan. Termasuk bentuk dan aksesori yang dikenakan karakter/tokoh.

Wisata Religi Kubah Pagatan Tanbu, Ini Cerita Sosok Syekh Mufti Muhammad Arsyad

Pasien Positif Corona di Kalteng Bertambah Jadi 5 Orang, Terjangkit dari Luar Daerah

Pengorbanan Maia Estianty Demi Perangi Virus Corona, Istri Irwan Mussry Relakan Barang Mewahnya

Prinsip dasar cara membikin art paper tersebut sama yakni kertas dilipat menjadi dua bagian secara simetris atau sama sisi. Selanjutnya tinggal dilakukan pelubangan kecil-kecil di beberapa tempat, di lekukan-lekukan tertentu.

Lantaran penghilatannya low vision, Rizali mengaku kesulitan membikin art paper yang benar-benar menyerupai karakter tokoh. Ia hanya mengandalkan imajinasi saja. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved