Usaha Rotan Warga Kalteng
Satu-satunya Mata Usaha, Rotan di Kalteng Terpaksa Dijual Murah
Menjadi satu-satunya mata usaha, pemilik kebun rotan kini terpaksa jual murah rotan
Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Usaha rotan masyarakat Kalteng saat ini semakin sulit, selain karena adanya larangan penjualan rotan mentah keluar negeri, sehingga penjualan rotan yang biasa dikirim dalam jumlah besar saat ini makin berkurang.
Beberapa pemilik kebun rotan di Kotawaringin Timur, Mengungkapkan, mereka terpaksa menjual rotan hasil kebun dengan harga murah karena saat pihaknya selama ini hanya mengandalkan usaha tersebut, meski harga jatuh selama ada pembeli tetap di jual.
"Kami mencari ikan dengan cara menuba (racun) dilarang, berusaha menambang emas harus pakai izin, jika tidak kena razia petugas , ancaman di penjara, sehingga akhirnya memilih tetap menjual harga murah, asap ada pemasukan untuk menghidupi keluarga," ujar Hadi warga Sampit yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya.
Para pemilik kebun rotan di Kalteng herharap ada terobosan lain dari pemerintah untuk kembali menggairahkan usaha rotan masyarakat, seperti dahulu, sehingga warga yang menggeluti usaha kebun rotan bisa kembali bangkit.
• Harga Anjlok, Pengepul Rotan Ini Kini Memanfaatkan Keluarga
• Ekspor Bahan Mentah Dilarang Pemerintah, Usaha Rotan di Kalteng Merosot
• Tumbuh di Bantaran, Rotan Jadi Usaha Warga Pinggiran Sungai di Kalteng
• Katingan Penghasil Rotan Terbesar di Kalteng, Setiap Bulan Produksi 800 Ton
Saat ini, hasil kebun rotan yang dibeli pengepul kepada masyarakat sebagian besar belum dijual dan hanya di tumpuk di gudang penyimpanan rotan, menunggu hingga harga rotan kembali naik.
"Pengepul masih menumpuk rotan bersih siap jual di gudang sambil menunggu permintaan," ujar Ica satu pengepul di Sampit, Senin (30/3/2020). (banjarmasinpost.co.id/faturahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rotan-mentah-kalteng-melimpah-tetapi-pembelinya-berkurang-membuat-harganya-anjlok.jpg)