Ekonomi dan Bisnis

Pengembang di Kalsel Terdampak Corona, Penjualan Merosot 10 Persen

Pengembang perumahan juga merasakan dampak Pandemi Virus Corona atau Covid-19 dengan menurunnya penjualan perumahan

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
Ist/CitraMitra City
Ilustrasi-Pembangunan lahan 200 hektare lahan untuk perumahan CitraMitra City di Banjarbaru. Pandemi corona membuat penjualan perumahan di Kalsel turun 10 persen. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak hanya pebisnis kuliner dan perhotelan yang merasakan dampak langsung Virus Corona, pengusaha perumahan pun ikut merasakan menurunnya animo masyarakat membeli rumah.

Selain memilih tinggal di rumah, masyarakat saat ini lebih fokus penggunaan dana buat keperluan kebutuhan pokok dulu.

Menurunnya masyarakat membeli rumah diakui Komisaris PT Sumber Cahaya Citra Utama dan Direktris Sumber Cahaya Rezki Utama Hjj Ainun Jariah.

"Untuk pembeli yang menanyakan ada saja via online, tapi untuk tatap muka banyak yang tidak bisa ke kantor kami, karena dianjurkan di rumah saja," jelasnya, Minggu (5/4/2020).

Investasi Kalsel 2020 Ditarget Naik, DMPTSP Kalsel Lirik Sektor Air Minum dan Perumahan

VIDEO Garasi di Perumahan Elit Citra Garden Banjarmasin Terbakar, Hanguskan 1 Matic

Terapkan Sistem Syariah di Perumahannya, Royzami Sebut Minat Masyarakat Terus Meningkat

Namun, Ainun masih belum bisa memastikan berapa persentasi penurunan daya beli masyarakat atas perumahan di tempatnya.

Dijelaskannya, sebenarnya di setiap kantor miliknya disiapkan tempat cuci tangan , sabun, hand sanitazer. Petugasnya pun pakai masker setiap tamu yang tertarik beli rumah.

"Kalau pun ada yang ke kantor kita tetap menjaga jarak aman dan menggunakan masker, sesuai anjuran," jelasnya.

Walau pun yang membeli agak berkurang, dijelaskan Ainun, pembangunan perumahan bersubsidi miliknya di Tapin jalan terus.

"Hanya saja toko material mungkin sebagian ada yang tutup. Apalagi angkutan batu pasir banyak yang pilih istirahat di rumah," tegasnya.

Untuk harga perumahan miliknya di Tapin, dijelaskan Ainiun, masih harga lama Rp 142 juta.

Senada diakui pengusaha real estate lainnya, H Hasanuddin. "Kalau di tempat kami penurunannya tidak terlalu mencolok, berkisar di angka 10 persen an saja," jelasnya.

Dijelaskan dia, terjadi penurunan dalam hal penjualan perumahan karena pandemi covid-19 ini sangat mempengaruhi ekonomi secara global.

"Membuat semua orang, terutama di sektor informal mengalami penurunan penghasilan," katanya.

Orang, lanjut dia, lebih mementingkan kebutuhan pokok makanan dan obat-obatan. "Jadi, untuk rumah belum termasuk prioritas utama," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved