Sport
Atet Karate Kalsel Tetap Berlatih Meski Turnamen Tertunda
Berdampak pada mental para atlet yang menurun, khususnya bagi atlet-atlet dikategori usia dini dan pemula yang masih tergolong anak-anak.
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tertundanya turnamen karate di Kalimantan Selatan ( Kalsel ) maupun di tingkat Nasional akibat adanya wabah virus corona atau Covid-19 di Kalsel membuat atlet satu ini merasa kecewa.
Kharisma Nirmala Octaviani (23), pemenang juara 3 di Kejuaraan Adidas di Manila Philipina, mengungkapkan kekecewaannya sebagai seorang atlet karena ia dan atlet lainnya sudah hampir 100 persen siap bertanding di ajang Kejurnas tahun ini.
Hal ini berdampak pada mental para atlet yang menurun, khususnya bagi atlet-atlet dikategori usia dini dan pemula yang masih tergolong anak-anak.
Tetapi, ia juga mengatakan di kondisi masih mewabahnya virus corona di Kalsel, pelatih masih memberikan bimbingan.
Para atlet tetap melakukan latihan secara online yang dipantau oleh pelatihnya.
Tentunya, dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan kesehatan para atletnya sesuai dengan anjuran dari pemerintah.
• Kejurnas Lemkari di Kiram Park Kalimantan Selatan Ditunda, Karateka Kecewa
• Kejurnas Karate se-Kalsel Paman Birin Cup 2020 di Kiram Park Kabupaten Banjar Ada Kelas SKPD
• Setelah Dapat Penghargaan Paman Birin, Karateka Kalimantan Selatan Siap Berlaga di Hongkong
• Bukan dari Dunia Entertainment, Ternyata Anggota TNI AU Armando Ini Juara Karate Danrem 101 Cup
• Syabil Fatih Aleka Juara Karate di Srilangka, Meraih 2 Medali Sekaligus Emas Kata Perorangan
Hal ini dibenarkan oleh pelatih karateka Lemkari Kalimantan Selatan, Muhammad Yusfiansyah, S.AP.
"Ada sebanyak 70 atlet, 40 di antaranya berlatih secara online di rumah masing-masing dan 30 atlet sisanya dibimbing oleh pelatih di tempat khusus dengan cara berkelompok. Ada sebanyak enam kelompok di mana setiap kelompok terdiri dari lima orang yang mendapat jatah dua kali dalam seminggu dibimbing secara langsung oleh pelatih. Di mana 30 atlet tersebut masih butuh perbaikan dan pengawasan oleh pelatih," bebernya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (8/42020).
"Latihan dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari secara bergantian. Latihan juga tetap menggunakan masker dan saya anjurkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah latihan. Bagi atlet yang sakit tidak saya izinkan untuk hadir latihan, " tambah Yusfi.
Yusfi mengatakan, tujuan dari latihan secara berkelompok dan bergantian, yakni mengikuti anjuran pemerintah agar tidak berkerumun orang banyak.
Sementara itu, latihan banyak dilakukan pada pagi dan sore hari di luar ruangan atau teras agar terkena sinar matahari tentunya bagus untuk kesehatan tubuh para atlet.
Atlet berlatih secara online maupun bertatap muka dengan berbagai macam gerakan karate yang disusun dalam bentuk program oleh pelatih.
Program itu berisi pemantapan, sparing ringan, taktik, dan strategi yang harus atlet lakukan dalam keadaan menang serta apa yang atlet lakukan saat tertinggal point.
"Apabila wabah ini semakin gawat maka kami akan liburkan semua atlet bimbingan langsung yang enam kelompok terdiri lima orang tersebut dengan latihan online di rumah, " tutur Yusfi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/atlet-karate-coba-tetap-berlatih-meski-kejuaraan-tertunda-karena-pandemi-virus-corona.jpg)