Umpan Pancing Tradisional di HST

Umpan Anai-anai Hingga Larva Lebah, Lebih Ampuh

warga di kabupaten Hulu Sungai Tengah menggunakan umpan hidup yang sebagiannya berbahan dasar anai-anai atau anakan serangga.

banjarmasinpost.co.id/noor masrida
Proses membuat umpan ikan berbahan dasar anai-anai atau anak rayap. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jika biasanya memancing ikan pakai umpan pelet atau cacing maka ada cara yang lebih unik yang dilakukan warga khususnya di daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Sebagai informasi, umpan terbagi dengan dua jenis, umpan hidup atau alami dan buatan. 

Contoh umpan alami beberapa diantaranya ialah seperti cacing, ulat daun pisang, jangkrik, katak kecil (bancet), dan lain-lain. 

Uniknya, warga di kabupaten Hulu Sungai Tengah menggunakan umpan hidup yang sebagiannya berbahan dasar anai-anai atau anakan serangga.

Lebih Praktis, Warga Buluan HST Ini Pilih Pakai Umpan Larva Lebah

Tak Melulu di Sungai, Sela-sela Padi Juga Pavorit Memancing Warga HST

Macam-macam Umpan Tradisional di HST, dari Anai-anai hingga Larva Lebah

Anai anai dan anakan serangga itu pun tak bisa langsung digunakan sebagai umpan untuk memancing.

Selain dua umpan tadi, ada juga umpan berupa bayi (larva) lebah dan tawon. Umumnya warga disana menyebut umpan tersebut sebagai umpan iruan (lebah) dan umpan kararawai(tawon).

Musim memancing di daerah tersebut juga tak mengenal bulan kalender Masehi.

Warga memiliki patokan berupa musim bercocok tanam.

Musim bercocok tanam di daerah tersebut prosesnya antara lain Manaradak, Malacak, Batanjang, dan Mangatam.

Halaman
12
Penulis: Noor Masrida
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved