Wabah Virus Corona
New York Terparah, Tertinggi Dunia Amerika Serikat Catat Sehari 2.000 Kematian Covid-19
Korban berjatuhan di New York. Amerika serikat catat 2.108 korban meninggal akibat virus corona dalam satu hari.
EDITOR : Nia Kurniawan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Amerika Serikat ( AS) menjadi negara pertama di dunia yang mencatatkan lebih dari 2.000 korban meninggal akibat virus corona dalam sehari.
New York sendiri adalah negara bagian dengan dampak Covid-19 terparah di Negeri "Uncle Sam" dengan 172.358 kasus dan 7.844 korban meninggal hingga Sabtu (11/4/2020).
Banyaknya korban berjatuhan di New York membuat pemerintah setempat langsung menggali kuburan massal.
Lokasi yang dipilih adalah di Pulau Hart di luar Bronx, yang telah digunakan selama lebih dari 150 tahun oleh pejabat kota, sebagai situs pemakaman massal bagi orang-orang yang tidak memiliki kerabat dekat atau yang keluarganya tidak mampu membayar biaya pemakaman.
• Berlomba Temukan Vaksin Manjur Corona, Amerika Serikat dan China Bakal Dulu-duluan Lakukan Uji Coba
Dilansir dari BBC, foto-foto telah bermunculan menunjukkan para pekerja dengan baju hazmat mengubur peti mati di kuburan massal New York City.
Rekaman dari drone juga menunjukkan para pekerja menggunakan tangga untuk turun ke lubang besar tempat peti mati ditumpuk.
Kegiatan pemakaman di situs tersebut telah meningkat di tengah pandemi virus corona.
Dari yang biasanya seminggu sehari kini menjadi seminggu lima hari, menurut Departemen Pemasyarakatan.
Tahanan dari Pulau Rikers biasanya yang melakukan pekerjaan itu, tetapi dengan meningkatnya beban kerja baru-baru ini diambil alih oleh kontraktor.
• Hasil Tes Donald Trump Terkait Virus Corona Diungkap, si Presiden Amerika Serikat Sempat Jalani Ini
Negeri "Uncle Sam" kian muram di saat miliaran orang seluruh dunia merayakan hari Paskah, akibat Angka tersebut tercatat pada Jumat (10/4/2020).
Dilansir dari AFP, pada Jumat AS melaporkan 2.108 korban meninggal baru yang merupakan jumlah korban harian tertinggi dibandingkan negara mana pun.
Dengan lebih dari 500.000 kasus infeksi Covid-19 yang dilaporkan, AS juga memiliki kasus virus corona terbanyak di dunia.
Sementara itu jumlah kasus secara global kini mencapai lebih dari 1,7 juta dan jumlah kematian melewati angka 103.000 pada Jumat.
Namun Presiden Donald Trump mengatakan, dengan jumlah kasus di AS yang "mendekati puncaknya" dan physical distancing yang bekerja dengan baik, dia mempertimbangkan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian.
• Bima Arya Sebar Foto Tim medis Salat, Kini Sembuh dari Positif Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/amerika-covid-meninggal.jpg)