Tajuk
Sadar Diri
Work From Home (WFH) sudah diterapkan. Setengah bulan lamanya semula diberlakukan. Hasilnya memang belum signifikan
Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - MAMPU menahan diri dan sadar diri. Hal ini yang bisa dilakukan warga saat corona melanda. Banyak aktivitas terpaksa ditunda dulu. Bahkan orang untuk pesta perkawinan pun diuji kesabarannya agar bisa menunda waktu resepsi, walau tanpa batas waktu belum bisa ditentukan.
Work From Home (WFH) sudah diterapkan. Setengah bulan lamanya semula diberlakukan. Hasilnya memang belum signifikan. Akhirnya ditambah lagi. Kebosanan pasti melanda. Biasa bekerja di kantor diganti #dirumahaja.
Libur bagi anak sekolah. Tapi bukan libur seperti biasanya. Melainkan terpaksa diliburkan. Awalnya menyenangkan bagi anak-anak. Lama kelamaan mulai membosankan juga. Di #rumahaja memang saat ini harus dilakukan demi kebaikan bersama.
Diuji kesabaran dan ambil hikmahnya bisa banyak waktu bersama keluarga. Bahkan untuk urusan ibadah bersama pun terpaksa ditiadakan dulu. Gantinya bersama keluarga. Tak ada yang mengenakan memang. Tapi mesti dilakukan untuk sementara waktu demi kebaikan bersama.
Ya, demi bersama perangi corona. Tak perlu berdebat. Ikuti aturan pemerintah dan tokoh agama. Toh sudah ada yang menjamin untuk masalah itu. Jangan dibikin gaduh dan panik. Saatnya kita berbuat baik.
Sadar diri penting bagi saudara kita. Merasa menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP) tak ada salahnya melapor. Berkata jujur penting adanya. Sehingga tim medis pun bisa bertindak cepat bersama aparat. Toh pemerintah memberikan jaminan untuk keluarga yang ditinggalkan selama isolasi. Apalagi kalau isolasi mandiri.
Jangan sakiti diri sendiri maupun orang lain. Pandemik covid-19 bukan barang tampak jelas oleh mata telanjang. Ukuran nanometer sangat kecil. Tak ada yang bisa melihatnya dengan mudah. Wajar semua menahan diri untuk bisa tetap di rumah aja.
Menjaga kebersihan, ikuti aturan tim medis, jaga imunitas tubuh dan jangan bikin panik orang dengan menjadi dokter atau tim medis dadakan. Sebelum memposting hendaknya cari sumber yang jelas.
Jangan kucilkan mereka yang menderita. Bantu sesama dengan berbuat apa yang kita bisa. Di sinilah pula sebagai makhluk sosial diri kita diuji untuk bisa berbagi dan peduli dengan sesama. Bukan egois untuk diri sendiri saja.
Bila egois tanpa peduli juga akan sia-sia jika lingkungan tak mendukung. Jadi ini harus menjadi sebuah gerakan untuk berbuat lebih baik. Lebih cepat lebih baik. Sabar dan sadar diri menjadi ujian saat ini.
Sombong juga jangan, merasa tak apa-apa tanpa masker maupun pelindung diri. Tapi ingat banyak orang bisa menjadi sakit karena pandemi. Semua berpotensi. Sekelas perdana menteri, menteri, bupati hingga walikota pun terbukti positif kena dan harus diopname.
Berdoa sudah pasti. Memohon dengan sangat semua bencana bisa berlalu. Apalagi kini negeri ini semakin dicoba dengan erupsinya anak gunung Krakatau. Bencana banjir juga masih terjadi. Bayangkan betapa cobaan tak perah putus melanda negeri. Sudah saatnya kita sadar diri dan introspeksi diri. Tak usah bergandeng tangan saat ini. Cukup jaga jarak dan dirumah aja kita lanwan pandemi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/belajar-di-rumah.jpg)