Wabah Corona di Kalsel
VIDEO Rumah Isolasi Covid-19 Tapin Khusus ODP Ringan
Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang menginap di rumah isolasi, adalah mereka sudah dilakukan pengecekan cepat dengan alat Rapid Tes (RDT).
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, H Alfian Yusuf kepada sejumlah wartawan mengatakan, rumah Isolasi Covid-19 yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tapin di Jalan Jenderal Sudirman by pass Rantau, siap ditempati ODP.
"Memudahkan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Tapin memastikan warga Kabupaten Tapin mengidap atau tidak Covid 19 perlu dikelompokkan di rumah isolasi," katanya, Sabtu (18/4/2020).
Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang menginap di rumah isolasi, adalah mereka sudah dilakukan pengecekan cepat dengan alat Rapid Tes (RDT).
Hasilnya 26 warga Tapin itu reaktif sehingga perlu memastikan ODP itu apakah positif Covid 19 harus diambil swab.
"Pengambilan swab di satu tempat di Rumah Isolasi Covid 19 Kabupaten Tapin akan memudahkan petugas," katanya.
Menurut Alfian Yusuf yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tapin, ada 26 sebenarnya yang dijadwalkan menginap di rumah isolasi.
• Positif Covid-19 Kabupaten Tabalong Bertambah, Camat Datangi ODP
• Update Kondisi Terkini PDP Virus Corona Kalsel, Gugus Tugas Covid-19 Jelaskan Ini
• Update Covid-19 Sabtu Sore, 1 Lagi Positif Corona di Banjar, Lakukan Isolasi Mandiri
"Cuma 2 orang sudah pindah domisili ke Kabupaten Tanahlaut dan sudah kami koordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Tanahlaut," katanya.
Dari 24 ODP yang menginap di rumah isolasi merupakan rombongan yang memiliki riwayat perjalanan menghadiri ijtima ulama di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin, H Masyraniansyah mengatakan dua warga Kabupaten Tapin yang dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari perjalanan Gowa, Sulawesi Selatan.
"Makanya, warga di Kabupaten Tapin yang riwayat perjalanan dari luar daerah Kalsel berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mendapatkan perhatian dan pengawasan ketat untuk disembuhkan," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)