Sport

Latihan Secara Daring, Atlet Takraw Kalsel Ini Ingin Tatap Muka dengan Pelatih

Atlet takraw Kalsel yang lolos PON XX Papua, saat ini berlatih secara daring. Namun, mereka tetap inginkan tatap muka dengan pelatih

Tayang:
Editor: Hari Widodo
istimewa
Atlet Takraw Kalsel, Erlangga Amry. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tim atlet takraw perwakilan Kalsel akhirnya lolos setelah melewati seleksi pada perhelatan pra pon kali lalu.

Menuju pesta olahraga nasional di Papua ini, tim yang lolos berasal dari nomor pertandingan double-event.

Tim nomor pertandingan double-event perwakilan Kalsel ini terdiri dari empat orang, dua orang pemain inti dan dua orang pemain cadangan.

Kedua pemain inti ini berasal dari Kabupaten Banjar atas nama Erlangga Amri dan Kabupaten Kotabaru atas nama Khairul fahmi. Sedangkan kedua pemain cadangan atas nama Aditiya Saputro dan Wendy Saputra.

PON Papua Diundur, Atlet Angkat Besi Kalsel Ini Tetap Latihan di PPLP

Covid 19 Mewabah, Ketua Harian KONI Banjarmasin Bersyukur PON Papua Ditunda

Atlet Loncat Indah Kalsel yang ke PON Papua Berlatih 3 Jam Sehari

Adapun kedua pemain cadangan ini disiapkan bilamana dalam perjalan waktu terjadi satu dan lain hal kepada para pemain inti.

Kepada Banjarmasinpost.co.id, (Selasa, 21/04/20), Erlangga Amri mengatakan sejauh ini belum dikarantina, mengingat jarak antar pemain dan terkendala dengan adanya virus Corona ini.

Angga mengakui belum ada latihan gabungan.

"Kami belum di karantina, jadi belum ada latihan gabungan antar pemain bersama para pelatih, sejauh ini baru latihan-latihan ringan dan dilakukan di rumah masing-masing," ungkapnya.

Angga mengakui, selalu ada komunikasi dengan temannya saat memulai dan mengakhiri latihan.

Untuk saat ini kesulitannya adalah belum ada latihan yang serius, hanya memang secara pribadi tetap dipantau melalui daring oleh para pelatih.

"Setiap hari saya selalu berkomunikasi dengan teman saya di kota baru, kami dikirimi materi latihan teknik dan fisik dari para pelatih berupa rekaman video dan Video call," tambahnya.

Ia mengakui konsep latihan melalui daring memang agak kesulitan karena baru pertama kali dialami dan durasi video yang pendek serta tidak adanya pengawasan secara langsung.

"Saya mengharapkan latihan secara langsung (tatap muka) dengan para pelatih baik dari segi fisik maupun teknik setidaknya untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan" harapnya.

Ia juga menambahkan perlu ada tim lawan yang disiapkan untuk menguji ketahanan fisik serta kemampuan mengolah dan menerapkan teknik yang sudah diajarkan oleh para pelatih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved