Berita Tabalong
Pedagang Makanan Diberi Pemkab Tabalong Bantuan Modal, Ini Syaratnya
Pemerintah Kabupaten Tabalong mengarahkan pedagang untuk berjualan di depan rumah selama Ramadhan dan dibantu jasa pengantar pesanan ke pelanggan.
Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan ( Kalsel ), telah menetapkan untuk tahun ini tidak ada melaksanakan Pasar Ramadhan.
Pemerintah mengarahkan pedagang untuk berjualan di tempat sendiri, salah satunya di depan rumah.
Selain itu, agar aktivitas di tempat berjualan bisa terhindar dari kerumunan, maka digunakan cara penggunaan jasa kurir dari ojek.
Pengaturan ini dibarengi dengan adanya kebijakan dari Pemkab Tabalong untuk memberikan stimulus kepada pedagang berupa modal dan juga kepada ojek yang menjadi kurir.
Terkait pemberian bantuan ini agar tidak menimbulkan persoalan, maka ada beberapa ketentuan yang telah ditetapkan.
Menurut Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Tabalong yang juga Koordinator Bidang Logistik Gugus Tugas Covid-19, Yuhani, Rabu (22/4/2020), pedagang yang akan menerima bantuan permodalan setelah melalui proses pendataan.
• VIDEO Pemkab Tabalong Tidak Menyelenggarakan Pasar Ramadhan 1441 H
• Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Tabalong, Terima 142 Lembar Pakaian APD
• VIDEO Polres Tabalong Gunakan Alat Berat Melindas 3 168 Botol Miras
• Gunakan Disinfektan Asap Cair, KPH Tabalong Lakukan Penyemprotan di RSUD Badaruddin Kasim
• Peduli Dampak Corona, Polres Tabalong Bagikan Ribuan Paket Sembako
Dimana yang menjadi sasaran merupakan pedagang yang selama ini mendukung kegiatan bulan Ramadan, misalnya seperti pedagang kue basah untuk orang berbuka, ikan masak dan sayur masak.
Tiga kelompok inilah yang akan mendapat bantuan, dengan catatan tahun-tahun sebelumnya sudah jualan dan tahun ini berdagang lagi.
Bukan untuk orang yang baru mau berjualan setelah mendengar adanya program stimulan permodalan dari Pemkab Tabalong.
"Jadi bantuan ini memang untuk mereka yang sudah sejak lama, yang buka setiap bulan Ramadan. Jadi, ini yang dibantu," katanya.
Sedangkan untuk bantuan terhadap kurir, Yuhani menjelaskan, akan dilakukan dengan menggandeng ojek online dan juga menggunakan jasa ojek manual.
"Nomor kontak ojek online ini akan kami sosialisasikan dan ojek online juga siap untuk bantu, pedagang akan didaftarkan juga di ojek online," katanya.
Sedangkan untuk ojek yang manual, imbuh Yuhani, merupakan ojek yang sudah mereka tunjuk dengan persyaratan memang merupakan tukang ojek dan warga Tabalong.
"Ojek manual inilah yang mendapat bantuan berupa insentif atau bantuan langsung tunai. Ini diluar dari tips dari orang yang membeli, ini hanya dari pemerintah daerah bahwa kita telah menetapkan bahwa ini ojek yang akan antar jemput," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/koordinator-bidang-logistik-gugus-tugas-covid-19-tabalong-yuhani-rabu-2242200.jpg)