Berita HSU
Manfaatkan Akar Bambu, Petani di HSU Bikin Pupuk Pemacu Pertumbuhan Tanaman
Memanfaatkan akar bambu dan tanah di sekitarnya, petani di Desa Keramat HSU membuat pupuk pemacu pertumbuhan tanaman
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
“Setelah dikocok dibuka sebentar tutupnya dan ditutup rapat kembali untuk mengeluarkan gasnya,” ujarnya.
Untuk mengoreksi apakah pupuk yang dibuat berhasil bisa dilihat dari baunya, apabila baunya sama atau tidak ada perubahan dengan saat pertama membuat berarti pupuk dalam kondisi baik dan bisa digunakan.
Pupuk sudah bisa digunakan dengan mencampur pupuk dengan air dengan perbandingan 250 ml bercampur dengan air 20 liter air.
Dimasukkan kkedalam alat penyemrot dan bisa disemprot ke berbagai tanaman seperti pagi dan sayuran.
• Petani di Tapin Keluhkan Langkanya Pupuk Bersubsidi, H Jumri Akan Mengadu ke Wakil Rakyat
• PT UBJ Harap Kesejahteraan Warga Meningkat, Gelar Penyuluhan Pertanian dan Sosialisasi Pupuk Organik
“Penyemprotan harus dilakukan saat matahari teduh bisa saat pagi buta atau sore menjelang malam, tidak boleh terkena sinar matahari agar bakteri baik tidak mati,” ungkapnya.
Indah anggota kelompok tani mengaku sudah bisa membuat pupuk organic sendiri, karena bahannya sangat mudah didapat.
“Memang agak repot karena menyemprotnya tidak booleh terkena sinar matahari namun benar benar ampuh,” ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pembuatan-pupuk-pemacu-pertumbuhan-tanaman.jpg)