Barito Putera

Setiap Pekan, Pelatih Update Program Latihan Pemain Barito Putera

Pelatih fisik Barito Putera mengatakan program latihan anak asuhnya selama berada di rumah saat pandemi masih bisa dilakukan walau di rumah saja.

BANJARMASINPOST.CO.ID/KHAIRIL RAHIM
Pemain Barito Putera latihan ke lapangan futsal di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (30/1/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walau libur kompetisi karena terjadi wabah virus corona atau Covid-19, para pemain Barito Putera diminta tetap latihan mandiri dengan program yang diberikan dari tim pelatih.

Pelatih fisik Barito Putera, Dino Sefriyanto, mengungkapkan kepada Banjarmasinpost.cos.id, Rabu (29/4/2020), program latihan anak asuhnya selama berada di rumah saat pandemi masih bisa dilakukan walau di rumah saja.

Namun untuk menu latihan, dirancang sedemikian rupa, demi meningkatkan ketahanan tubuh dari penularan Covid-19. Sesuai dengan ketersediaan alat bantu dan ruang yang cukup.

"Latihan di rumah dalam situasi saat ini yang jelas lebih aman. Ini sesuai anjuran dari pemerintah, harus menerapkan physical distancing," ujar pelatih fisik yang baru bergabung musim ini.

Manajer Barito Putera Mundari Akui Pemain Mulai Jenuh Latihan Mandiri

Djanur Siapkan Sanksi Pemain Barito Putera yang Kegendutan

Pemain Barito Putera Kahar Musakkar yang Juga Piawai Main Sepak Takraw

Jalani Puasa di Inggris, Pemain Barito Putera David Maulana Gunakan Aplikasi Muslim Pro

Barito Putera Ulang Tahun, Eks Pemain Juventus Ini Unggah Video Ikut Ucapkan Selamat

Eks pelatih fisik Perserui Badak Lampung ini menjelaskan, program latihan yang dilakukan adalah menjaga kesehatan saja.

"Latihan mandiri ini intensitas latihannya sedang, namun akan mempengaruhi imunitas tubuh," tandas Dino.

Kemudian, dia menambahkan, rumus latihan yang menjadi tolok ukur pencapaian latihan dalam setiap minggunya akan dilakukan evaluasi.

"Latihan bersifat aerobik dengan durasi total kisaran 30 sampai 45 menit, menggunakan rumus training zone 220 dikurangi umur dan kerja jantung. Maksimumnya di kisaran 70 persen." papar dia.

Jadi, kalau si pemain misalkan usia 27 tahun, 220 dikurangi 27 sama dengan 193 beat per menit. “Jadinya, 70 persen dari 193 sama dengan 140 beat per menit," jelas dia.

Terpisah, pelatih kepala Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, mengatakan, program latihan andiri disusun secara berkala oleh tim pelatih.

"Satu minggu sekali, kami memberikan program latihan kepada para pemain melalui WhatsApp Group," ujarnya.

Meski tanpa pengawasan, namun Djanur yakin pemain mampu menjalankan program latihan secara profesional.

"Pemain profesional pasti mengerti porsi latihan," pungkas dia.

(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved