Breaking News:

Berita Banjarmasin

Peziarah Umum Belum Diperbolehkan ke Makam Guru Zuhdi di Banjarmasin

Peziarah terhenti di pintu masuk menuju makam Guru Zuhdi di Kota Banjarmasin dan akhirnya terpaksa memutar balik kendaraan untuk pulang.

Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/KRISTIN JULI SAPUTRI
Jalan masuk ditutup untuk peziarah yang akan ke makam KH Ahmad Zuhdiannur atau Guru Zuhdi di Jalan Belakang Masjid Jami RT 5, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, Minggu (3/5/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peziarah berdatangan pascawafatnya ulama Kalimantan Selatan, KH Ahmad Zuhdiannur atau Guru Zuhdi.

Diketahui, ulama tersebut wafat di RS Medistra, Jakarta, Satu (2/5/2020) pagi. Dimakamkan, sorenya.

Hari berikut, Minggu (3/5/2020), peziarah hanya dikhususkan untuk keluarga dari almarhum.

Makam almarhum terletak di kawasan Jalan Belakang Masjid Jami RT 5, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Pemakaman ditutup untuk umum mulai pukul 07.30 Wita, " ucap Fahrudin (37), relawan, kepada Banjarmasinpost.co.id.

Nasib PSBB Banjarmasin Ditentukan 4 Hari ke Depan, Machli Riyadi: Warga Anggap Sepele Corona

Satpol PP Kota Banjarmasin Siagakan Lagi Personelnya di Pos PSBB Km 6

VIDEO Sepi Pembeli Dirasakan Pedagang Buah di Batas Kota Banjarmasin

Penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Makam Guru Zuhdi Banjarmasin

Sementara itu, peziarah yang diketahui dari berbagai tempat, terhenti di pintu masuk pertigaan menuju makam.

Karena tidak diperbolehkan masuk, mereka terpaksa memutar balik kendaraan yang dipakai.

Ada yang sampai menangis tersedu-sedu karena tak bisa masuk ke pemakaman, ada pula yang tetap setia berdiri di sekitar pintu masuk untuk menunggu kepastian bisa ziarah.

"Saat ini belum diperbolehkan berziarah untuk umum sampai waktu yang belum ditentukan. Jadi, mohon doakan saja dari rumah masing-masing, " ucap Rahmat Sufiani (56) dari pihak keluarga almarhum.

"Jadi, mohon pengertiannya kepada jemaah umum agar dapat memahami situasi dan kondisinya, " imbuh Ahmad Husairi (46),   pihak keluarga almarhum.

Bagi peziarah yang tidak bisa masuk, kemudian memberikan kantong plastik berisi bunga yang dititipkan untuk diletakkan di makam almarhum.

"Ikuti aturan dari pihak keluarga saja, Insya Allah berkahnya ada, " ucap Sadri (35) asal Bati-bati, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, kepada Banjarmasinpost.co.id.

(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved